ANALIS MARKET (08/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan cenderung naik pagi ini namun masih dibayangi potensi apresiasi US Dollar akibat proteksi perdagangan serta kecenderungan kenaikan suku bunga.  

Sebelumnya, secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun dibawah garis neckline dari pola double top dan berpotensi mengalami koreksi lanjutan.  

Adapun Dow Jones turun 82.8 poin pada level 24,801 setelah mengalami penurunan lebih dari 300 poin pada awal perdagangan dipicu kemungkinan pengecualian Kanada dan Mexico dari pengenaan ekspor tarif Amerika.  

“Menyikapi beberapa factor tersebut, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menurun hari ini,†sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dilansir Kamis (08/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa sentimen dan aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

Makroekonomi - Cadangan devisa 

Posisi cadangan devisa Bank Indonesia (BI) pada akhir bulan Februari turun US$ 3.92 Miliar menjadi US$ 128.06 Miliar dari US$ 131.98 Miliar pada akhir Januari lalu. Penurunan tersebut dipicu langkah intervensi bank sentral menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah. Posisi cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai 8.1 bulan impor atau 7.9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. 

Sektor Batubara - Harga batubara DMO 
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No.08/2018. Beleid ini merupakan perubahan PP 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Dalam pasal 85 A, harga yang ditetapkan oleh menteri berlaku sama untuk spesifikasi batubara yang sama dari penyedia batubara untuk kepentingan dalam negeri.

Setelah ini, Kementerian ESDM akan menerbitkan keputusan Menteri yang mencantumkan harga batubara dalam negeri (DMO) dengan harga fixed. Keputusan menteri direncanakan terbit pada tanggal 8 Maret. 

KLBF - Ekspansi ke Myanmar 
PT Kalbe Farma (KLBF) berencana membangun pabrik obat di Myanmar dengan membuat perusahaan patungan bersama mitra lokal. Pabrik ini akan memproduksi obat bebas untuk distribusi di Myanmar.

Saat ini, KLBF sedang mengurus izin pembangunan pabrik dengan target pabrik mulai dibangun pada tahun ini dan beroperasi secara komersial dalam tiga tahun mendatang. KLBF membutuhkan dana sekitar 200 Miliar untuk ekspansi ini dan telah dianggarkan ke dalam belanja modal tahun ini senilai Rp 1 Triliun hingga Rp 1.5 Triliun. 

MYRX - Bangun jalan tol 
PT Hanson International (MYRX) akan bekerjasama dengan BUMN infrastruktur untuk pembangunan jalan tol yang menghubungkan lokasi pengembangan properti perseroan di Maja dengan tol Serpong dengan investasi senilai Rp 5 Triliun.

Perseroan telah menyepakati nota kesepakatan dengan satu BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur. Saat ini perseroan sedang dalam proses pengajuan pembangunan tol sepanjang 30 Km. Proyek tol ini ditargetkan mulai dibangun tahun depan dengan jangka waktu konstruksi dua tahun. 

PTPP- Kontrak baru 
PT Pembangunan Perumahan (PTPP) berhasil meraih kontrak baru senilai Rp 5.2 Triliun hingga akhir Februari 2018. Raihan kontrak baru tersebut setara dengan 10.6% dari target total kontrak baru perseroan tahun ini mencapai Rp 49 Triliun.

Perolehan kontrak baru senilai Rp 5.2 Triliun hingga Februari 2018 tersebut menunjukan pertumbuhan sekitar 20%, dibandingkan periode sama tahun 2017. Sedangkan penyumbang utama kontrak baru masih berasal dari induk usaha PTPP senilai Rp 2.65 Triliun dan sisanya enitas anak usaha Rp 215 Miliar.