ANALIS MARKET (06/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Positif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan positif pagi ini dengan Nikkei 225 naik 2% pagi ini.  

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal analis, diperdagangkan turun kemarin (05/3), menembus garis diagonal support jangka pendek sehingga berpotensi mengalami koreksi lanjutan.  

Sedangkan Bursa Eropa dan Amerika rebound dengan Dow Jones naik 1.4% pada level 24,874, kemarin (05/3), seiring meredanya kekuatiran pasar atas perang dagang yang dipicu kebijakan tarif Amerika minggu lalu.  

“Menyikapi beberapa faktor diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung positif hari ini dipicu rebound bursa regional,†sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan risetnya, Selasa (06/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; 

Sektor Konstruksi - ADHI & WSKT tunggu setoran proyek 
PT Adhi Karya (ADHI) dan PT Waskita Karya (WSKT) tengah menunggu pembayaran proyek light rail transit (LRT) masing-masing senilai Rp 3.88 Triliun dan Rp 9.1 Triliun. ADHI dijadwalkan menerima pembayaran proyek LRT Jabodetabek tahap I dalam 2 pekan setelah berita acara ditandatangani pada 8 Februari lalu, namun hingga saat ini belum menerima pembayaran.

Nilai tersebut setara dengan progres konstruksi hingga September 2017. PT Kereta Api Indonesia (KAI) diperkirakan melakukan pembayaran kepada ADHI hari ini. ADHI juga akan mendapat pembayaran tahap kedua dari KAI senilai Rp 3 Triliun atas pekerjaan konstruksi hingga Desember 2017.

Sementara itu WSKT juga tengah menunggu pembayaran senilai Rp 9.1 Triliun atas konstruksi LRT Palembang dengan proyek senilai total Rp 10.9 Triliun. Proyek LRT Palembang dijadwalkan selesai 30 Juni 2018. Progres konstruksi LRT Palembang mencapai 80.8% pada akhir Desember lalu. 

ARNA - Kinerja FY 2017 
PT Arwana Citramulia (ARNA) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 33.5%Yoy menjadi Rp 120.8 Miliar Vs Rp 90.5 Miliar pada FY 2016. Naiknya kinerja didukung kenaikan pendapatan sebesar 14.6%Yoy menjadi Rp 1.73 Triliun tahun lalu. Laba operasi ARNA naik 30.6%Yoy menjadi Rp 186.7 Miliar tahun lalu. 

ELSA - Target laba bersih 
PT Elnusa (ELSA) menargetkan kenaikan laba bersih sebesar 20% menjadi sekitar Rp 300 Miliar tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 247.14 Miliar. Peningkatan kinerja keuangan akan diupayakan dengan menambah proyek tahun ini.

Terutama proyek yang disumbangkan anak usaha, PT Elnusa Petrofin yang memiliki kontribusi hingga 51%-52% terhadap pendapatan konsolidasi. Perseroan juga menargetkan kenaikan total kontrak hingga akhir tahun ini sebesar 36% menjadi sebesa Rp 5- Rp 6 Triliun. 

KAEF - Akuisisi Dawaa Medical 
PT Kimia Farma (KAEF) memutuskan untuk ekspansi ke Arab Saudi dengan mengakuisisi 60% saham Dawaa Medical Limited Company, anak usaha Marei Bin Mahfouz (MBM) Group. Perseroan mengeluarkan dana untuk akuisisi Dawaa Medical sebesar 38.1 juta Arab Saudi Riyal (SAR) atau setara Rp 137- Rp 140 Miliar, setelah diakuisisi Dawaa Medical berubah nama menjadi Kimia Farma Dawaa.

Sementara itu, perseroan mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar Rp 3.5 Triliun, dengan porsi anggaran akuisisi Rp 2.3 Triliun dan sisanya untuk pendanaan pabrik serta menambah 200 klinik pada tahun ini. 

MTDL - Belanja modal 
PT Metrodata Electronics (MTDL) menganggarkan belanja modal Rp 190 Miliar pada tahun ini. Sekitar Rp 100 Miliar dana belanja modal akan digunakan untuk pembangunan gudang bertingkat empat di Cibitung dan MTDL juga akan menggunakan Rp 75 Miliar dana belanja modal untuk pembelian peralatan TI yang akan disewakan kembali sementara sisanya sekitar Rp 15 Miliar untuk kepentingan internal seperti peningkatan aplikasi dan tambahan peralatan untuk pusat data. Sebagian besar atau 80% sumber dana belanja modal berasal dari dana eksternal berupa pinjaman perbankan dan 20% dari kas internal.