ANALIS MARKET (09/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Positif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan cenderung naik pagi ini namun masih dibayangi dengan potensi apresiasi US Dollar akibat proteksi perdagangan serta kemungkinan kenaikan suku bunga dalam rapat FOMC. 

Secara teknikal, Candlestick indeks harga saham gabungan (IHSG) membentuk pola bullish harami kemarin sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound. 

Adapun Dow Jones naik 93.9 poin pada level 24,895 setelah Trump menandatangani pengenaan ekspor tarif Amerika yang mengecualikan Kanada dan Mexico. 

“Menyikapi beberapa factor tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung positif hari ini, dipicu rebound bursa regional,†sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dilansir Jumat (09/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa isu/sentimen dan aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

Sektor batubara - Ketetapan harga batubara DMO 
Harga batubara khusus untuk pembangkit listrik tenaga uap milik PT PLN akhirnya ditetapkan sebesar US$ 70 per ton. Sementara itu, produsen yang memasok batubara ke PLN akan memperoleh kompensasi.

Keputusan itu tertuang dalam keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanah Air, yang direncanakan terbit hari ini. Ada sejumlah point yang tertuang dalam Kepmen tersebut, diantaranya Pemerintah menetapkan harga batu bara untuk PLTU sebesar US$ 70 per taon, penetapan harga khusus tersebut berlaku 1 Januari hingga Desember 2019 dan berlaku surut, Kementrian ESDM menetapkan pembelian maksimal oleh PLN sebesar 100 juta ton, penerimaan negara dari produsen batu bara dipatok sesuai harga transaksi, bagi produsen pemasok batu bara untuk proyek kelistrikan nasional bisa mengajukan tambahan kuota produksi 10%. 

IPO - PT Tridomain Performance Materials 
PT Tridomain Performance Materials akan menggelar IPO dengan menjual maksimum 5.79 miliar lembar saham (40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh). Harga penawaran IPO berkisar Rp 210 - Rp 276 per saham sehingga perusahaan akan meraih dana segar Rp 1.22 Triliun hingga Rp 1.6 Triliun.

Sekitar 55% dana IPO untuk ekspansi bisnis maupun penyertaan modal kepada tiga anak usaha dan adapun 45% untuk modal kerja.

Masa penawaran awal aksi ini dilaksanakan 7 Maret 2018 - 9 Maret 2018 dan perseroan menargetkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 April 2018. Sinarmas Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin emisi efek. 

ADHI - Pembayaran LRT 
PT Adhi Karya (ADHI) telah menerima transfer dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) senilai Rp 3.42 Triliun untuk pembayaran proges pengerjaan kereta ringan Jabodebek.

Manajemen ADHI mengungkapkan pembayaran KAI telah diterima tanggal 8 Maret namun jumlah yang diterima tidak sesuai dengan berita acara hasil pemeriksaan pengerjaan proyek LRT dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) senilai Rp 3.88 Triliun dikarenakan kewajiban pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% dari setoran KAI. 

BBCA - Kinerja FY 2017 
PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih FY 2017 sebesar 13%Yoy menjadi Rp 23.3 Triliun Vs Rp 20.6 Triliun pada FY 2016 lalu. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 4%Yoy menjadi Rp 41.8 Triliun dengan laba operasi naik 13%Yoy menjadi Rp 29.1 Triliun.

Rasio CAR tercatat sebesar 23.06% pada FY 2017 ( 21.90% pada FY 2016), NPL Gross tercatat sebesar 1.49% ( 1.31% pada FY 2016), ROE 19.20% ( 20.46% pada FY 2016) dan LDR 78.22%( 77.12% pada FY 2016).