ANALIS MARKET (14/4/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Menguat

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (13/4), ditutup naik 0.56%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp626 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah PTRO, CUAN, EMAS, ASII dan BRPT.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (13/4). Penguatan didorong optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. Indeks S&P 500 naik 1,02%, Nasdaq Composite menguat 1,23%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,63%. Sementara itu, saham Oracle melonjak hampir 13%, dan Palantir Technologies naik lebih dari 3%. Sentimen positif lainnya setelah Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan adanya sinyal dari pihak lawan untuk kembali membuka peluang kesepakatan. “Kami telah dihubungi oleh pihak seberang. Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan,” ujar Trump. Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Trump mengumumkan blokade di Selat Hormuz, menyusul gagalnya perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad pada akhir pekan. Di sisi lain, laporan menyebutkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan militer jika situasi tidak membaik.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik bervariasi mayoritas turun pada perdagangan Senin (13/4), seiring meningkatnya kekhawatiran investor setelah AS bergerak menuju blokade pelabuhan Iran menyusul gagalnya negosiasi damai dengan Teheran. Kebuntuan pembicaraan yang berlangsung di Islamabad pada akhir pekan memicu kembali kekhawatiran bahwa konflik AS-Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan. Hal ini mendorong lonjakan harga minyak dan berpotensi menekan perekonomian global. Harga minyak mentah melonjak tajam setelah pembicaraan berakhir tanpa kesepakatan dan AS mengambil langkah menuju blokade lalu lintas pelabuhan Iran. Di sisi lain, presiden AS Donald Trump dilaporkan juga mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara terhadap Iran, menurut laporan media. Sebelumnya, Trump menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan syarat Iran membuka akses pelayaran di Selat Hormuz. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,74%, Topix melemah 0,45%, Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,86%, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,39% dan Hang Seng Hong Kong turun 0,90%. Sedangkan, CSI 300 China naik 0,21 dan Kosdaq menguat 0,57%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (14/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi mencoba melanjutkan kenaikan ke 7600, tapi hati2 karena jika gagal break 7600, akan koreksi dulu. Diperkirakan Support IHSG: 7400-7450 dan Resist IHSG: 7560-7600."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: NCKL, INET, MBMA, BUVA, BUMI, dan TPIA. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

NCKL Spec Buy dengan area beli di 1090-1100, cutloss di bawah 1080. Target dekat di 1130-1175.

INET Buy on Weakness dengan area beli di 300-306, cutloss di bawah 296. Target dekat di 312-316.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 700-720, cutloss di bawah 690. Target dekat di 760-780.

BUVA Spec Buy dengan area beli di 1190-1200, cutloss di bawah 1175. Target dekat di 1225-1285.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 242-244, cutloss di bawah 240. Target dekat di 252-254.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 6375-6475, cutloss di bawah 6325. Target dekat di 6600-6750.

Disclaimer on