ANALIS MARKET : IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan mixed hari ini, untuk mencermati reaksi bursa dunia terhadap aksi Korea Utara.

Selain itu, beberapa faktor turut mendasari prediksi tersebut, antara lain; Bursa Eropa dan Amerika diperdagangkan mendatar akhir pekan lalu. Dow Jones naik 0.2% hari Jumat ditutup pada level 21,987.56 didukung saham Goldman Sachs.  

Adapun Bursa regional pagi ini diperdagangkan turun karena kekuatiran dunia atas langkah uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara. Harga minyak dan logam naik cukup banyak pada akhir pekan lalu.  

Sebelumnya, Candlestick IHSG membentuk pola hammer setelah mengalami penurunan dalam 4 hari berturut-turut dan berpotensi mengalami teknikal rebound hari ini.  

“Menyikapi beberapa factor tersebut, kami memperkirakan IHSG diperdagangkan mixed hari ini, sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Senin (04/9/2017).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga mengungkapkan beberapa aksi korporasi dari emiten di Bursa Efek Indonesia layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

ANTM - Kinerja 1H 2017 
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan rugi Rp 496.1 Miliar pada 1H 2017 Vs laba bersih Rp 11 Miliar pada 1H 2016 lalu. Turunnya kinerja dipicu penurunan penjualan sebesar 27.7%Yoy menjadi Rp 3.01 Triliun. Walaupun rugi usaha ANTM turun 8%Yoy menjadi Rp 230.6 Miliar pada 1H 2017, kinerja laba bersih tertekan oleh kenaikan beban keuangan sebesar 115%Yoy menjadi Rp 304.2 Miliar serta penurunan penghasilan lain-lain sebesar 78.2%Yoy menjadi Rp 81.7 Miliar pada 1H 2017. 

BYAN - Penjualan ke Korea 
Anak perusahaan PT Bayan Resources (BYAN), PT Bara Tabang (BT), berhasil mendapat kontrak pasokan batubara dari Korea Midland Power Co. Ltd. Mulai Oktober 2017 BT akan memasok sekitar 10 juta metrik ton batubara ke Korea Midland Power untuk 6 tahun kedepan dengan maksimal volume pengiriman sebanyak 2 metrik ton batubara per tahun. 

ESSA - Rencana rights issue 
PT Surya Esa Perkasa (ESSA) berencana menerbitkan 3 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan target perolehan dana maksimum mencapai Rp 600 Miliar. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk meningkatkan investasi anak perusahaan, PT Panca Amara Utama (PAU), serta modal kerja. PAU akan mengalokasikan dana tersebut untuk menyelesaikan proyek amonia PAU. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimum 21.43%. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB 9 Oktober 2017. 

TPIA - Pembangunan pabrik polyethylene 
PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA) telah mendandatangani kontrak EPC (engineering, procurement, dan konstruksi) dengan Toyo Engineering Group untuk pembangunan fasilitas pabrik Polyethylene (PE) yang baru di komplek Naptha Cracker Terintegrasi di Cilegon (Banten). Toyo Engineering Coporation (Toyo-Japan) dan Toyo Engineering Korea Limited (Toyo-Korea) bertanggung jawab atas detail engineering dan pemasok peralatan impor, sementara PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT-Indonesia) bertindak sebagai kontraktor dan pemasok peralatan lokal.

Fasilitas pabrik baru ini akan menghasilkan High Density Polyethylene (HDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), dan Metallocaene LLDPE). Beberapa aplikasi produk untuk HDPE antara lain blown film, karung beras, mainan, tutup botol, tas belanja, peralatan rumah tangga, tali, terpal, pipa, dan kotak container.

Pembangunan pabrik baru ini menelan investasi sebesar US$ 350 Juta serta ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2020. 

UNTR - Proyek pembangkit listrik perdana 
PT United Tractors (UNTR) memulai proyek pembangkit listrik perdana yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa IV di Jepara (Jawa Tengah) melalui tahap groundbreaking. UNTR bergabung dalam konsorsium bersama dengan Sumitomo Corporation Group dan The Kansai Electric Power Co., Inc. Group. Ketiga perusahaan membuat perusahaan patungan dengan nama PT Bhumi Jati Power.

Total nilai investasi PLTU Jawa IV atau disebut PLTU Tanjung Jati Unit 5 dan 6 mencapai US$ 4.2 Miliar dengan sumber pendanaan terdiri dari 20% kas internal dan 80% pinjaman sindikasi perbankan. Target pembangunan PLTU Jawa IV membutuhkan 50-54 bulan atau hingga tahun 2021.