ANALIS MARKET (23/7/2026): IHSG Berpotensi Bullish
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/7). Lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah menekan sentimen pasar karena memicu kekhawatiran inflasi akan tetap tinggi dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat. Indeks S&P 500 melemah 0,14%, Nasdaq Composite turun 0,57% dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi moderat 0,01%. Tekanan terhadap pasar disebabkan lonjakan harga minyak. Minyak mentah Brent menjadi US$ 94,07/bbl, setelah sempat menembus US$ 95. Sedangkan, harga minyak mentah WTI menjadi US$ 86,83/bbl. Kenaikan harga minyak terjadi setelah AS melancarkan serangan ke-11 secara berturut-turut terhadap Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan Washington masih membuka peluang negosiasi, tetapi menilai Iran belum menunjukkan keseriusan. "Jika mereka serius, kami juga serius. Jika tidak, kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kepentingan kami dan sekutu kami," kata Rubio. Ia juga menegaskan bahwa militer AS akan terus menjaga keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute pengiriman minyak terpenting di dunia. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi sehingga meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor kini tertuju pada musim laporan keuangan emiten. Sejumlah perusahaan teknologi besar dijadwalkan merilis kinerja Q2, termasuk Alphabet, Tesla, IBM, ServiceNow, dan Texas Instruments.
Di sisi lain, Bursa saham Asia beragam pada perdagangan Rabu (22/7), mengikuti rebound Wall Street, di tengah kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah dan kembali memburu saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor. di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18%, sedangkan Topix naik 0,45%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,74%, sedangkan Kosdaq melemah 0,30%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong turun 0,95%, CSI 300 China melemah 0,46%, Taiex Taiwan melesat 1,34%, dan ASX 200 Australia bertambah 0,34%. Harga minyak mentah Brent naik ke level US$ 94,97/bbl, setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi ke Asia berbalik arah di Laut Merah akibat ancaman serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup turun 0.09%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.11 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah DSSA, BBRI, ASII, AMMN, dan TPIA.
“Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6300-6330, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6700-6850 middle term. Tapi, hati-hati jika break kembali di bawah 6300, potensi koreksi lagi ke 6000-an. Diperkirakan Support IHSG: 6250-6300 dan Resist IHSG: 6380-6480,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (23/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: ARCI, BIPI, BUMI, BULL, ESSA, dan ASII.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
ARCI Spec Buy dengan area beli di 1090-1110, cutloss di bawah 1070. Target dekat di 1125-1140.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 164, cutloss di bawah 160. Target dekat di 168-174.
BUMI Spec Buy dengan area beli di 167-168, cutloss di bawah 165. Target dekat di 171-174.
BULL Spec Buy dengan area beli di 384-388, cutloss di bawah 380. Target dekat di 394-404.
ESSA Spec Buy dengan area beli di 605-620, cutloss di bawah 595. Target dekat di 630-640.
ASII Spec Buy dengan area beli di 5075-5150, cutloss di bawah 5000. Target dekat di 5200-5300.
Disclaimer on





