ANALIS MARKET (11/8/2026): Yield SUN Terjun hingga 13 Bps, BNI Sekuritas Ungkap 5 Seri Obligasi yang Menarik Diburu
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas Fixed Income menyebutkan, harga instrumen Surat Utang Negara (SUN) ditutup menguat pada sesi perdagangan di awal pekan ini (10/8).
Data PHEI menunjukkan, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0109) turun sebesar 13 basis point (bp) ke level 7,13%, sementara yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0108) turun sebesar 9 bp ke level 7,17%.
Berdasarkan data Bloomberg, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 3 bp ke level 7,25%.
Level yield curve 10-tahun (GIDN10YR) masih berada di dalam weekly estimated range kami untuk minggu ini di kisaran 7,13%-7,42%.
Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp14,0 triliun kemarin, tidak banyak berubah dibandingkan dengan volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp14,7 triliun.
FR0108 dan FR0109 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp2,6 triliun dan Rp2,1 triliun.
Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp6,9 triliun.
Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat sebesar 0,79%, bergerak dari level Rp17.897/US$ di hari Jumat menjadi Rp17.755/US$ kemarin.
Sementara itu, per Selasa (11/8) pagi ini, harga minyak Brent diperdagangkan di level US$87,7/barel atau 4,99% lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya.
Indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi. DXY Index menguat sebesar 0,27% menjadi 99,8 diiringi peningkatan yield US Treasury (UST).
Yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun masing-masing meningkat sebesar 6bp dan 7bp menjadi 4,41% dan 4,72%.
Namun di sisi lain, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia tercatat menyempit sebesar 1bp dibandingkan penutupan sebelumnya menjadi 89bp.
Di sisi lain, Pemerintah akan melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 11 Agustus 2026 dengan target indikatif sebesar Rp10,0 triliun dan target maksimum 200% dari target indikatif.
Pada lelang SBSN sebelumnya tanggal 28 Juli 2026, total incoming bid mencapai Rp24,9 triliun dengan jumlah total bid yang dimenangkan sebesar Rp10,0 triliun.
Menilai situasi pasar terkini, diperkirakan total incoming bid pada lelang hari ini akan berada di kisaran Rp20-40 triliun.
“Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi potensi demand bagi SBN Rupiah namun yield yang diminta masih akan sensitif terhadap perkembangan global dan kondisi likuiditas domestik. Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0064, FR0104, FR0082, FR0087, FR0109,” beber Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe dalam riset Selasa (11/8).





