See More

12 Agustus 2026, 19:04

12 Agustus 2026, 18:50

12 Agustus 2026, 17:05

12 Agustus 2026, 16:38

12 Agustus 2026, 15:30

12 Agustus 2026, 15:13
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Selasa (11/8). Wall Street tertekan setelah optimisme terhadap potensi kesepakatan damai antara AS dan Iran kembali meredup. Indeks S&P 500 turun 0,32%, Nasdaq melemah 0,60%, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,34%. Investor kembali mencermati ketegangan di Timur Tengah setelah pejabat baru Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS tidak mengubah sikap dan menerima persyaratan Iran untuk mengakhiri perang. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi global. Harga minyak mentah Brent bertahan di sekitar level tertinggi dalam sepekan, meski pergerakannya cukup bergejolak. Kenaikan harga energi turut mengangkat sektor energi S&P 500 sebesar 1,1%. Tekanan juga datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Amazon turun 2,1%, dan Alphabet melemah 3,8%. Sementara itu, saham SpaceX turun hampir 4%. Di sisi lain, saham Apollo Global naik 6,2% dan Blackstone melonjak hampir 4%. Dari sisi korporasi, saham Jabil menguat 5,9% setelah UBS menaikkan rekomendasi saham perusahaan elektronik tersebut menjadi "buy" dari sebelumnya "neutral". Sedangkan, saham On anjlok 20,3% setelah perusahaan pakaian olahraga tersebut mencatat penjualan di bawah ekspektasi. Saham perusahaan LNG Venture Global juga turun 7,3% setelah pendapatan Q2 sedikit meleset dari perkiraan.
Di sisi lain, Harga minyak kembali menguat pada Selasa (11/8), setelah negosiasi antara AS dan Iran terkait kesepakatan damai serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi tersebut turut membuat pergerakan saham Asia cenderung terbatas karena investor masih mencermati ketidakpastian inflasi global. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Senin merespons persyaratan Iran untuk mencapai kesepakatan damai dengan tuntutannya sendiri. Trump meminta Iran membayar kompensasi atas orang-orang yang tewas dalam perang, serangan, dan aksi protes. Sementara bursa saham Korea Selatan kembali menguat, karena saham produsen chip Samsung Electronics melonjak lebih dari 4%. Indeks KOSPI naik 0,73%, dan KOSDAQ menguat 0,39%. Sedangkan di Australia, indeks ASX 200 bertambah 0,19%. Di sisi lain, Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga acuan tetap di level 4,35%.
Sementara itu, IHSG kemarin (11/8) ditutup turun 1.53%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp280 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, ASII, BBCA, dan PGAS.
“Hari ini IHSG akan mencoba untuk break resistance kuat di 6300. Hati-hati jika gagal break resistance tersebut, bisa kembali koreksi cukup dalam. Diperkirakan Support IHSG: 6100-6200 dan Resist IHSG: 6300-6350,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (12/8).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: INDF, JPFA, ULTJ, AMMN, ELSA, dan ADRO.
Berikut ini trading plan-nya:
INDF Spec Buy dengan area beli di 7225-7275, cutloss di bawah 7200. Target dekat di 7325-7450.
JPFA Spec Buy dengan area beli di 2200, cutloss di bawah 2180. Target dekat di 2230-2270.
ULTJ Spec Buy dengan area beli di 1480-1495, cutloss di bawah 1455. Target dekat di 1515-1545.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 4200-4250, cutloss di bawah 4160. Target dekat di 4300-4400.
ELSA Spec Buy dengan area beli di 685-695, cutloss di bawah 675. Target dekat di 710-720.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2510-2530, cutloss di bawah 2500. Target dekat di 2550-2580.
Disclaimer on