Menko Airlangga Klaim Kondisi Fiskal RI Masih Aman
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengklaim kondisi fiskal Indonesia relatif aman jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju, termasuk seperti Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Singapura.
Penegasannya itu terlihat dari indikator seperti defisit anggaran (bujet deficit) dan rasio utang terhadap produk domestik bruto (debt to GDP) yang masih lebih rendah daripada sejumlah negara lain.
“Bahkan berbagai negara yang merasa dirinya juga negara maju, kalau kita lihat secara indeks, apakah itu mereka punya bujet deficit, apakah juga loan to PDB relatif jauh lebih tinggi daripada Indonesia,” ujar Airlangga, di Jakarta, Selasa (11/8).
Menurut Airlangga, Indonesia menjadi salah satu negara yang menerapkan batas defisit anggaran di bawah 3 persen terhadap PDB.
Ketentuan ini membuat posisi fiskal Indonesia relatif terjaga dibandingkan banyak negara lainnya.
“Karena Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan bujet deficit di bawah 3 persen. Nah siapa lagi negara yang bujet deficit-nya di bawah 3 persen? Nah kalau beberapa negara yang masuk di EU memang iya, tetapi non-EU itu rata-rata jauh lebih tinggi dari itu,” beber dia.
Airlangga juga membandingkan rasio utang terhadap PDB Indonesia dengan sejumlah negara maju, misalnya Jepang yang memiliki rasio utang terhadap PDB yang berada di atas 100 persen.
Kondisi serupa juga terlihat di Amerika Serikat dan Singapura.
Melihat adanya perbandingan tersebut, Airlangga menilai tidak ada alasan bagi Indonesia untuk terlalu khawatir terhadap kondisi fiskalnya.
Indikator-indikator ekonomi yang menjadi target pemerintah masih berada dalam batas yang relatif aman.
“Amerika juga demikian, Singapura pun demikian. Jadi apa yang buat kita worry? Ini kan semua angka-angka yang kita targetkan sendiri dan juga kita masih relatif aman di angka-angka tersebut, jadi jangan kita khawatir berlebihan,” tegasnya.





