ANALIS MARKET (12/8/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (11/8), IHSG ditutup melemah 97,49 poin (- 1,53%) ke level 6.267,88.
Pelemahan IHSG akibat sentimen lonjakan harga minyak mentah Brent yang melonjak ke kisaran US$89,7 per barel menyusul memanasnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.
Kemudian dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat penjualan ritel Juli 2026 tumbuh tipis 0,9% secara tahunan (YoY) meski secara bulanan (MoM) mengalami kontraksi 0,3%.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,34%), S&P 500 (-0,32%), & Nasdaq (-0,60%).
Harga minyak mentah sedikit menguat di tengah sinyal yang saling bertentangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, memulihkan penurunan sebelumnya setelah Iran menegaskan kembali niatnya untuk tetap menutup Selat Hormuz sampai tuntutannya dipenuhi.
Imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury AS) melandai, namun saham-saham perusahaan teknologi skala besar (hyperscalers) yang sensitif terhadap kondisi kredit justru turun; Alphabet (-3,8%), Oracle (-3,7%), Amazon (- 2,1%), dan SpaceX (-3,9%).
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring tensi geopolitik Timur Tengah (AS-Iran) masih cukup tinggi yang dapat mempengaruhi harga minyak mentah sewaktu-sewaktu,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (12/8).





