ANALIS MARKET (16/02/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, mengawali pekan (15/2), Indeks saham Asia ditutup menguat tanpa bursa Hongkong dan China.

Indeks Nikkei (+1.91%) dan TOPIX (+1.04%) naik lebih dari sepersen setelah Jepang, Singapura dan Thailand semuanya melaporkan data produk domestik bruto yang lebih kuat dari perkiraan, memperkuat harapan untuk pemulihan dari pandemi.

Adapun IHSG ditutup menguat (+0.77%) atau naik 47.80 poin ke level 6270.32 dengan saham-saham di sektor Industri Dasar (+2.23%), Aneka Industri (+1.89%) dan Property (+1.66%) naik signifikan. Saham-saham penjual mobil naik seiring optimisme investor terhadap kebijakan pajak mobil baru.

Rilis Data Neraca perdagangan Indonesia bulan Januari 2021 juga lebih baik dari perkiraan, meskipun turun dari periode sebelumnya akibat aktifitas ekspor yang juga turun menjadi 12.24% dari 14.62%. Investor asing tercatat melakukan aksi jual sebesar Rp682.43 miliar pada saham ASII, BBCA dan BMRI yang menjadi top net sell value.

Sedangkan Bursa Eropa ditutup optimis. Indeks Eurostoxx (+1.04%), FTSE (+2.52%) dan DAX (+0.42%) naik dipimpin oleh bank dan saham komoditas.

Dari pasar komoditi, minyak mentah West Texas Intermediate mencapai harga $ 60 per barel di tengah pembekuan Arktik di beberapa bagian AS. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,2% menjadi $ 60,77 per barel.

Pound mencapai level tertinggi sejak April 2018. Selanjutnya, investor akan menanti Menteri keuangan kawasan euro akan membahas situasi dan prospek ekonomi blok saat ini pada hari Selasa.

Sementara itu, diperdagangan Selasa (16/2) pagi ini, Indeks Nikkei (+1.26%) dan TOPIX (+0.81%) melanjutkan penguatannya karena

investor terhibur dari kemajuan peluncuran vaksin Covid-19.

Selain itu, Investor melihat kombinasi pengeluaran pemerintah dan vaksin dapat mendorong ekonomi keluar dari pandemi.

Dari komoditas, harga minyak WTI (+1.24%) kembali menguat Selasa (16/2) pagi ini, kembali ke atas US$ 60 per barel, level tertinggi sejak Desember 2018.

Harga minyak telah reli selama beberapa pekan terakhir karena pengetatan pasokan, sebagian besar karena pengurangan produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu dalam kelompok produsen OPEC+ yang lebih luas. Tak hanya itu, Ledakan Arktik di AS mengancam akan mengganggu pasokan energi.

Harga CPO juga naik signifikan lebih dari 5%, sehingga ini sangat positif untuk emiten produsen CPO.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatannya, didukung oleh sentiment positif dari dalam negeri maupun global. Dari dalam negeri data ekonomi yang cukup positif serta kebijakan – kebijakan yang dibuat pemerintah bisa mendorong optimisme pasar. Selain itu, mulai meredanya kasus virus ditengah peluncuran vaksin akan mendorong pergerakan IHSG,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (16/02/2021).