ANALIS MARKET (19/02/2021) : Dibayangi Aksi Profit Taking, Pergerakan IHSG Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (18/2), IHSG ditutup melemah (-0.44%) atau 27.42 poin ke level 6200.31 setelah sempat menguat pada perdagangan sesi pertama. Saham-saham pada sector Industri Dasar (-2.24%) dan Aneka Industri (-0.96%) memimpin pelemahan hingga akhir sesi perdagangan.

Bank Indonesia (BI) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4.3% - 5.3% dari sebelumnya 4.8% - 5.8% serta melakukan intervensi pada suku bunga 7D Repo Rate yang dipangkas 25 basis poin.

Faktor tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang ketidakpastian pertumbuhan ekonomi ditahun 2021.

Sementara dari bursa regional, mayoritas indeks saham Asia ditutup mayoritas melemah. Indeks Nikkei (-0.19%), TOPIX(-1.00%), HangSeng (-1.58%) dan CSI300 (-0.68%) ditutup turun ditengah kekhawatiran investor akan aksi switching investor pada obligasi disaat yield saat ini telah bergerak cukup tinggi. Bursa Tiongkok dibuka pasca libur imlek dengan terkoreksi.

Sedangkan Bursa Eropa ditutup di zona merah. Indeks Eurostoxx (-0.51%) , DAX (-0.16%), FTSE (-1.40%) turun dengan saham-saham pertambangan dan teknologi menjadi penahan pelemahan. Kekhawatiran meningkat bahwa imbal hasil obligasi yang mendekati level tertinggi sejak hari-hari awal pandemi dapat merusak trend positif ekuitas.

Dari sektor komoditas, harga Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,8% menjadi $ 61,63 per barel dan Minyak mentah Brent naik 1% menjadi $ 64,97 per barel ditengah terganggunya pasokan serta produksi minyak di AS akibat cuaca dingin yang ekstrim.

 

Adapun ekuitas di Jepang membuka perdagangan di akhir pekan (19/2) dengan pelemahan. Indeks Nikkei (-0.47%) dan TOPIX (-0.54%) turun mengiringi pelemahan bursa global.

Dari bursa Amerika, beragam sentiment layak dicermati pelaku pasar, antara lain; Imbal Hasil Riil AS yang lebih tinggi dapat menyebabkan masalah. Dengan benchmark imbal hasil Treasury melayang di level tertinggi 12-bulan, investor memperdebatkan apakah kenaikan lebih lanjut dapat memicu guncangan aset berisiko. Namun, jeda dalam aksi jual pasar obligasi adalah pengingat rapuhnya latar belakang pertumbuhan global, dengan banyak hal bergantung pada keberhasilan peluncuran vaksin virus corona. Di sisi lain, Mantan Penasihat Senat AS, Tyler Gellasch, dan Direktur Riset Kebijakan Compass Point Research, Isaac Boltansky membahas sidang Komite Jasa Keuangan DPR AS pada hari Kamis (19/2) tentang volatilitas saham yang dipicu oleh Reddit baru-baru ini. Dari komoditas, harga minyak WTI (-1.42%) turun akibat krisis cuaca di AS, yang kemungkinan akan membuat kilang ditutup selama seminggu lagi.

Selanjutnya investor akan lebih berhati-hati dengan rentetan berita menganggu trend penguatan ekuitas global menjadi lebih berfluktuatif.

Harga komoditas masih akan menjadi acuan investor seperti Minyak, Timah, Nikel dan Batubara.

“Secara sentimen pergerakan IHSG diakhir pekan cenderung melemah dipicu oleh profit taking,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (19/02/2021).