ANALIS MARKET (05/02/2021) : Pergerakan IHSG Cenderung Rawan Aksi Profit Taking

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (04/2), IHSG ditutup naik 29.47 poin (+0.48%) ke level 6107.22 yang didukung kenaikan saham-saham di sektor Aneka Industri (+2.11%), Infrastruktur (+0.96%) dan Keuangan (+0.81%).

Adapun saham INKP (+12.2%) dan TKIM (+19.9%) menjadi motor pengerak, setelah harga pulp naik karena Paper Excellence BV yang di kendalikan oleh Jackson Wijaya dari Indonesia memenangkan kasus abritrase terhadap perusahaan Brazil, J&F Investimentos SA untuk menyelesaikan akuisisi pabrik kertas Eldorado Brazil, serta aksi beli investor asing yang tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar Rp609.15 miliar.

Di sisi lain, Bursa Asia ditutup mayoritas terkoreksi, yang menghentikan penguatan selama tiga hari berturut-turut.

Indeks NIKKEI (-1.06%), TOPIX (-0.32%), Hangseng (-0.66%) dan CSI300 (-0.21%).

Dari komoditas, minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,7% menjadi $56,10 per barel. Minyak melanjutkan kenaikannya karena OPEC + mengatakan akan terus mendorong untuk segera membersihkan surplus yang ditinggalkan oleh pandemic.

Adapun Bursa Eropa mayoritas ditutup naik. Indeks Eurostoxx naik (+0.90%), DAX (+0.91%) dan CAC40 (+0.82%) dipimpin oleh perusahaan energi ditengah beragamnya laporan pendapan perusahaan.

Sedangkan S&P 500 berjangka stabil setelah indeks ditutup sedikit berubah pada hari Rabu setelah reli dua hari terbesar dalam hampir tiga bulan.

Euro turun 0,3% menjadi $ 1,2002. Pound Inggris turun 0,4% menjadi $1,3586.

Selanjutnya, dari dalam negeri, investor akan terfokus pada data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2020 dengan ekspektasi membaik ke level 2% dan 0.7% pada kuartal ke-4 jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, pada perdagangan Jumat (05/2) pagi ini, Bursa Jepang kembali melanjutkan penguatannya. Indeks Nikkei (+0.96%) dan TOPIX (+0.74%) kompak menguat di tengah tanda-tanda pasar tenaga kerja AS mungkin secara bertahap membaik.

Selain itu, laporan klaim pengangguran menunjukan level terendah sejak November 2020. Data terakhir akan dirilis Jumat (5/2/2021) dan diperkirakan pasar tenaga kerja akan mendapat tambahan 100.000 pekerjaan pada Januari 2021 setelah sebulan sebelumnya turun 140.000.

Di sisi lain, gejolak volatilitas yang dipicu para investor ritel di pasar saham telah meningkatkan kekhawatiran akan ledakan volatilitas lainnya.

Dari komoditas, harga minyak WTI (+0.64%) kembali naik.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini cenderung rawan aksi profit taking menyusul rilisnya data GPD Indonesia dengan ekpektasi -2%,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (05/02/2021).