ANALIS MARKET (26/02/2021) : IHSG Berpotensi Bergerak Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (25/2), IHSG ditutup naik +0.62% atau 38.59 poin ke level 6289.65 dengan saham-saham pada sektor infrastruktur (+1.04%), Pertambangan (+0.95%) dan Industri Dasar (+0.89%) naik signifikan mengiringi optimisme pertumbuhan ekonomi global yang lebih cepat karena beberapa performa kinerja emiten yang cukup memuaskan. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar IDR 61.29 miliar.

Adapun harga batu bara rebound lebih dari 3 persen memberikan katalis positif untuk saham-saham disektor pertambangan pada pergerakan hari ini, Jumat (26/2).

Sedangkan dari bursa regional, Bursa Asia menututup perdagangan dengan menguat seiring penguatan indeks ekuitas berjangka AS dan Eropa. Indeks Nikkei (+1.67%), TOPIX (+1.22%), HangSeng (+1.30%) dan CSI300 (+0.59%) naik lebih dari sepersen disaat investor fokus pada prospek pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan dan janji stimulus yang berkepanjangan dari The Fed.

Di sisi lain, Bursa Eropa ditutup turun, indeks Eurostoxx (-0.56%), FTSE (-0.11%) dan DAX (-0.69%) turun mengiringi pelemahan bursa AS. Saham-saham teknologi dan pertambangan memimpin penguatan. Vaksin Covid-19 Pfizer Inc. dan BioNTech SE sangat efektif melawan virus dalam sebuah penelitian yang diikuti hampir 1,2 juta orang di Israel dan efektif di Eropa menambah optimisme investor. Public-health experts mengatakan, hasil menunjukkan bahwa imunisasi dari program vaksinasi covid-19 dapat mengakhiri pandemi.

Namun, semalam (25/2), Nasdaq 100 anjlok 3,6%, terbesar sejak Oktober. Wallstreet alami aksi sell off semalam dengan pelemahan yang signifikan pada indeks NASDAQ (-3.52%) dan S&P500 (-2.45%) hal tersebut merembet ke Asia dimana indeks NIKKEI (-2.96%) dan TOPIX(-2.24%) membuka perdagangan diakhir pekan ini (26/2) dengan turun lebih dari dua persen.

Ekuitas Asia turun lebih dari 2 persen di Jepang hingga Korea selatan mengiringi aksi profit taking pada saham-saham teknologi menyambut pemulihan ekonomi dari krisis kesehatan yang lebih cepat.

Dari harga komoditas Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,5% menjadi $ 63,19 per barel dari level tertinggi dalam lebih dari setahun karena para pedagang mempertimbangkan menipisnya persediaan global sedangkan batu bara naik 1.34%. Komoditas logam juga terkoreksi dimana harga timah (-1.11%) dan harga nikel (-4.90%).

Selanjutnya, pada perdagangan diakhir pekan (26/2), investor masih terdorong dari janji The Fed untuk stimulus dan harga komoditas.

“Secara sentiment, IHSG berpotensi bergerak tertekan mengiringi pelemahan bursa saham global,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (26/02/2021).