ANALIS MARKET (04/9/2019) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.200 - Rp.14.220 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini, Rabu (04/9/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang sebagian besar merah dan terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Sementara mata uang kuat Asia, yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.200 - Rp.14.220 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (04/9/2019). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal PMI Indonesia untuk sektor manufaktur hasil survey the Markit tercatat di level 49 atau kontraksi, turun dari 49,6 pada Juli, sehingga dalam dua bulan pertama triwulan ke-3 2019 tercatat kontraksi.

Kontraksi ini menjadi indikasi sumbangan sektor manufaktur pada PDB nominal akan turun, dan menjadi indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi di Q3-2019.

Turunnya PMI juga terjadi di banyak negara di Asia efek turunnya kegiatan supply-chain terkait ekspor.

Pemerintah menyiapkan insentif pjak dengan menurunkan tariff PPh Badan dari 25% saat ini menjadi 20%. 

Sementara dari factor eksternal, The ISM Manufacturing PMI AS pada Agustus 2019 tercatat 49,1, turun dari 51,2 pada Juli 2019. Kontraksi ini merupakan yang pertama kali sejak Januari 2016.

Sejak perang dagang digulirkan pada Januari 2018, PMI manufaktur AS menunjukkan tren turun terus menerus sejak Januari 2019.