ANALIS MARKET (19/3/2018) : Rupiah Masih Tertahan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan turun terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya yang ‘merah’ ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  

Adapun mata uang Sin Dolar dan HK dollar dibuka melemah terhadap USDolar.

“Dengan kondisi tersebut, kemungkinan rupiah masih dalam penjagaan BI, tertahan di kisaran antara Rp.13.740 - Rp.13.765 per USD,” ungkap Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM, dalam laporan riset yang dirilis Senin (19/3/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan beberapa factor yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain; Presiden Jokowi melalui PP akhirnya menandatangani impor garam industri tambahan sebesar 1,33 juta ton sehingga total impor garam industri menjadi 3,7 juta ton.

Impor ini sangat mendesak untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman, kaca, pulp and paper, farmasi.  Impor ini juga dimaksudkan untuk menjaga iklim usaha. Sementara garam rakyat diperkirakan masih cukup untuk kebutuhan rumah tangga.

Sementara dari faktor eksternal, data-data ekonomi AS yang diumumkan pada akhir minggu lalu tercatat mixed. Data sektor perumahan menurun, tetapi 3 data lainnya termasuk job openings dan consumer sentiment mencatatkan tertingginya.

Kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya pada pertemuan 21 Maret mendatang sebesar 25 bps sehingga menjadi 1,75%.