ANALIS MARKET (05/9/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.160 - Rp.14.180 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Kamis (05/9/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang hampir semuanya hijau, ditambah dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global semalam (04/9) dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. 

Sementara mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.160 - Rp.14.180 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (05/9/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Kemendus yang menetapkan 5 sektor utama, yaitu; Mamin, TPT, Otomotif, Kimia, dan Elektronik dalam program ‘Making Indonesia 4.0’ dengan target pertumbuhan industri manufaktur mencapai 4,8% - 7% dari tahun 2020-2024, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,8% - 19,3%.

Pada Q2-2019 lalu, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,54% yoy dengan kontribusi sebesar 19,52% dari PDB.

Perlambatan ekonomi global membuat PMI sektor manufaktur di banyak negara termasuk Indonesia mengalami kontraksi dan menjadi tantangan dalam pencapaian target tersebut. 

Sementara dari eksternal, Pemimpin Otoritas Hong Kong, Carrie Lam memutuskan mencabut RUU Ekstradisi kemarin (04/9).

Namun demikian, keputusan ini belum memuaskan para demonstran yang menuntut demokrasi yang lebih besar.

Indeks Hang Seng melesat 3,9% kemarin sebelum Lam berpidato. Adapun Pasar Asia diperkirakan merespon positif keputusan ini.