ANALIS MARKET (09/9/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.110 - Rp.14.140 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia hari ini, Senin (09/9/2019) akan bergerak naik, walaupun sentiment dari indeks di bursa global ditutup bervariasi pada akhir perdagangan minggu lalu.

Adapun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.110 - Rp.14.140 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (09/9/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti posisi cadangan devisa (cadev) pada Agustus 2019 yang tercatat menjadi US$126,4 miliar, atau naik dari US$125,9 miliar pada Juli 2019.

Posisi tersebut sangat aman dengan ukuran 7,4 bulan impor dan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kenaikan cadev ini mendapat respon dengan menguatnya rupiah pada perdagangan akhir pekan lalu (06/9) yang menguat 0,38%. Membaiknya posisi cadev ini bisa membantu penguatan rupiah yang berlanjut, jika tidak ada sentimen negatif dari eksternal. 

Sementara itu, efek perang dagang semakin terlihat pada data perdagangan China. Pertumbuhan impor China turun, begitupun pertumbuhan ekspor namun masih tercatat neraca perdagangan yang surplus walaupun dengan surplus yang mengecil. Posisi cadev China juga naik, yang membantu menguatkan fundamental yuan.