ANALIS MARKET (10/9/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.110 - Rp.14.140 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Selasa (10/9/2019), terlihat dari indeks futures-nya yang hampir semuanya ‘hijau’, walaupun sentimen dari indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam (09/9).

Adapun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.110 - Rp.14.140 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Selasa (10/9/2019). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Bank Dunia yang menilai Indonesia relatif lambat dalam melakukan reformasi perpajakan.

Sementara laporan terkini dari OECD yang berjudul Tax Policy Reforms 2019 menyebutkan negara-negara OECD berlomba menurunkan tarif pajak khususnya pajak penghasilan (PPh) wajib pajak badan.

Perang tarif pajak ini dimaksudkan untuk menarik investasi langsung.

Adapun Pemerintah sedang mengajukan RUU Perpajakan termasuk menurunkan PPh Badan dari 25% saat ini menjadi 20% pada tahun 2021. 

Sementara dari factor eksternal, harga minyak mentah naik lumayan kemarin dipicu pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi yang akan melanjutkan kebijakan memangkas produksi dan pernyataan AS yang akan memberikan sanksi pada siapa saja yang melakukan pembelian minyak Iran.

Pelaku pasar komoditas ini kawatirkan lesunya permintaan energi karena potensi resesi global.