ANALIS MARKET (13/3/2019) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Antara Rp14.260 - Rp14.260 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik, terbantu sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp14.260 - Rp14.260 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (13/3/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti likuiditas bank yang ketat, terlihat dari rata-rata harian volume transaksi PUAB yang meningkat.

Data BI mencatat pada Januari 2019 transaksi tersebut mencapai Rp.20,6 triliun, naik dari Desember 2018 yang sebesar Rp.16,6 triliun, dan Januari 2018 sebesar Rp.14,7 triliun.

BI mengimbangi ketatnya likuiditas tersebut dengan meningkatkan lelang term repo dan swap valas. Ketatnya O/N ini bisa membuat cost of fund bank naik.

Sementara dari eksternal, inflasi AS bulan Februari 2019 tercatat 1,5% yoy, melambat dari 1,6% yoy pada Januari 2019. Inflasi AS menunjukkan perlambatan yang berturut-turut sejak 4 bulan terakhir terutama karena turunnya harga energy (BBM) dan sandang.

Angka inflasi tersebut masih diabwah target the Fed 2%, sehingga semakin besar kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunganya.