ANALIS MARKET (15/11/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.080 - Rp.14.120 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Jumat (15/11), terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar tercatat hijau.

Adapun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar, dibuka melemah terhadap US dolar.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.080 - Rp.14.120 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Jumat (15/11/2019).

Lebih rinci, riset SAM juga menyoroti perihal PKPU grup Duniatex diputuskan diperpanjang hingga 90 hari.

Potensi gagal bayar Duniatex diperkirakan mencapai Rp.22,36 triliun yang berasal dari 144 kreditur.

Selain Duniatex, beberapa insititusi lain yang berpotensi gagal bayar adalah SNP Finance, AJB bumiputera, asuransi Jiwasraya.

Sejauh ini, kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tidak terpengaruh, hanya saja ada kemungkinan upaya penyelematan yang melibatkan bank BUMN yang membuat sentimen negatif terhadap pasar saham. 

Sementara dari faktor eksternal, jobless claims di AS pada minggu yang berakhir pada 9 November lalu naik 14.000 menjadi 225.000. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 7 bulan terakhir.

Namun kenaikan ini belum dapat dikatakan sebagai tanda-tanda kuat ekonomi AS menuju resesi.

Pasar AS ditutup bervariasi kemarin (14/11). Investor belum memfaktorkan kenaikan ini sebagai risiko.