ANALIS MARKET (05/1/2018) : IHSG Hari Ini Berpotensi Kembali Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, secara teknikal analis, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami teknikal rebound setelah menutup gap naik yang terjadi akhir tahun lalu. 

Ditopang sentimen bursa regional, IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan menguji level tertinggi sebelumnya, ditengah antisipasi investor menyambut "January effect".

Sementara dari factor eksternal, Dow Jones membukukan level tertinggi baru pada level 25,075 (+0.6%).

Adapun bursa regional dibuka cukup positif pagi ini didukung sentimen positif bursa Eropa dan Amerika. 

Sementara itu, harga energi dunia seperti minyak mentah dan batubara bertahan pada level yang cukup tinggi, diharapkan dapat kembali menopang sentimen pasar untuk sektor komoditas hari ini. 

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;

SMBR - Target pertumbuhan penjualan  
PT Semen Baturaja (SMBR) menargetkan penjualan tahun ini naik antara 50%-60% dibandingkan penjualan tahun 2017. SMBR memperkirakan dapat menjual 2.75 juta ton sepanjang tahun ini. Sementara target penjualan semen SMBR hingga akhir tahun 2017 mencapai 1.8 Juta ton dengan penjualan didominasi semen kantong (bulk) sebesar 77% dari total penjualan sedangkan sisanya 23% adalah semen curah. Meningkatnya penjualan pada tahun ini seiring bertambahnya kapasitas produksi SMBR mencapai 3.85 juta ton per tahun.  

TRAM - Tambah modal dua anak usaha  
PT Trada Alam Minera (TRAM) menaikan modal dasar dan disetor di PT Semeru Infra Energi dan Black Diamond Energy (BDE). Hasil keputusan yang disepakati bersama menegaskan, peningkatan modal disetor dan ditempatkan PT Semeru Infra Energi dari Rp 505 Miliar menjadi Rp 1.96 Triliun. Selain itu, pada kesempatan yang sama, TRAM juga menyetujui kenaikan modal dasar PT Black Diamond Energy dari Rp 300 Miliar menjadi Rp 1 Triliun.

UNTR - Belanja modal 
PT United Tractors (UNTR) menganggarkan belanja modal pada tahun ini sekitar US$ 800 Juta atau naik 39.13% dibandingkan alokasi belanja modal tahun lalu senilai US$ 550 Juta-US$ 575 Juta. Mayoritas sumber dana berasal dari kas internal dan selebihnya dari pinjaman perbankan.

UNTR mengalokasikan porsi terbesar untuk PT Pamapersada Nusantara yang merupakan kontraktor penambangan. Selain itu, Manajemen UNTR mengungkapkan seluruh target penjualan 3,200 unit Komatsu pada tahun lalu telah terpenuhi.  

WSBP - Proyeksi pendapatan dan laba bersih 2018  
PT Waskita Beton Precast (WSBP) memproyeksikan pendapatan perseroan dapat mencapai Rp 9 Triliun pada 2018, naik 14% hampir dari estimasi tahun lalu Rp 7.9 Triliun. Laba bersih perseroan juga diperkirakan mencapai Rp 1.4 Triliun atau naik 16% dari target tahun lalu sebesar Rp 1.21 Triliun. Sementara itu, nilai kontrak baru sepanjang 2018 diharapkan sebesar Rp 11.5 Triliun.  

WSKT - WTR dapatkan pinjaman 
Anak perusahaan PT Waskita Karya (WSKT), PT Waskita Toll Road (WTR), mendapat pinjaman senilai Rp 975 Miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada akhir tahun lalu. SMI merupakan pemegang saham minoritas WTR dengan kepemilikan 12.76% sedangkan WSKT tercatat memiliki 72.63% saham WTR.

Pemegang saham WTR lainnya adalah PT Taspen dengan kepemilikan 14.61%. Selain pinjaman bank WTR juga berencana menerbitkan medium term notes (MTN) senilai Rp 510 Miliar untuk akuisisi lahan.