Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (31/7/2026): IHSG Berpeluang untuk Lanjut Naik ke Resistance Kuat di 6200-6300

Oleh: Ria

31 Juli 2026, 07:48
ANALIS MARKET (31/7/2026): IHSG Berpeluang untuk Lanjut Naik ke Resistance Kuat di 6200-6300

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melesat pada perdagangan Kamis (30/7). Rally dipimpin oleh saham teknologi, terutama Microsoft dan emiten semikonduktor, sehingga mendorong Nasdaq mengakhiri tren penurunan selama enam hari berturut-turut. Indeks Nasdaq Composite melonjak 2,8%, Dow Jones Industrial Average melesat 1,19%, dan S&P 500 menguat 1,7%. Penguatan tersebut membalikan arah setelah sehari sebelumnya Wall Street mengalami aksi jual besar-besaran menyusul keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan. Saham Microsoft pendorong utama penguatan setelah perusahaan melaporkan pertumbuhan bisnis komputasi awan Azure yang melampaui ekspektasi. Harga saham Microsoft melesat sekitar 16%. ETF iShares Semiconductor melonjak lebih dari 8%, didorong kenaikan saham Micron Technology sebesar 18% dan Advanced Micro Devices (AMD) yang melesat lebih dari 13%. Sedangkan, saham Meta Platforms terkoreksi 8% setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan yang melemah dari perkiraan serta melaporkan arus kas bebas Q2 yang anjlok 91%. Di sisi lain, berfokus pada laporan kinerja keuangan sejumlah raksasa teknologi yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan pasar, termasuk Amazon, Apple, dan Coinbase.

Di sisi lain, Bursa Asia beragam pada perdagangan Kamis (30/7). Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,7%, sedangkan Topix turun 0,5%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,2%, Taiex Taiwan turun 0,3%, CSI 300 China melemah 1,1%, dan ASX 200 Australia turun 0,8%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 1,2% dan Kosdaq menurun 2,7% setelah sempat naik tipis, di mana setelah pemerintah meningkatkan stimulus pembatasan ETF leverage setelah mengalami penurunan tajam pada Rabu kemarin. Di sisi lain, Straits Times turun 0,7% dan FTSE Malaysia naik 0,3%. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan keputusan untuk mempertahankan suku bunga bukanlah tanda keterlambatan di bank sentral dan bahwa pasar akan bebas menentukan arahnya sendiri berdasarkan sinyal ekonomi. Tiga dari 12 pejabat yang memiliki hak suara di Fed menentang kenaikan suku bunga, menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap inflasi. Kurangnya panduan kebijakan yang diperbarui, ditambah dengan komite yang terpecah membuat investor kurang memiliki kejelsan tentang arah suku bunga.

Sementara itu, IHSG kemarin ditutup naik 1.56%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp100 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, TINS, TLKM, INCO dan BBNI.

“Hari ini IHSG berpeluang untuk lanjut naik ke resistance kuat di 6200-6300. Hati-hati jika belum kuat untuk break di atas 6300, potensi koreksi lagi. Diperkirakan Support IHSG: 6050-6130 dan Resist IHSG: 6200-6300,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (31/7).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: PTRO, BUMI, ARCI, CUAN, BUVA, dan BRPT.

Berikut ini trading plan-nya:

PTRO Spec Buy dengan area beli di 4600-4620, cutloss di bawah 4600. Target dekat di 4660-4690.

BUMI Buy if Break 163, dengan target dekat di 165-168. Cutloss di bawah 160.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1050, cutloss di bawah 1035. Target dekat di 1080-1100.

CUAN Spec Buy dengan area beli di 650, cutloss di bawah 635. Target dekat di 670-680.

BUVA Spec Buy dengan area beli di 800-815, cutloss di bawah 770. Target dekat di 845-865.

BRPT Spec Buy dengan area beli di 1750-1790, cutloss di bawah 1680. Target dekat di 1870-1940.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More