citi indonesia|kinerja perusahaan|Dana Pihak Ketiga (DPK)|pendapatan dan laba

Citi Indonesia Cetak Laba Rp994 Miliar, DPK Melonjak 23,29% di Semester I-2026

Oleh: Harry

20 Agustus 2026, 19:24
Citi Indonesia Cetak Laba Rp994 Miliar, DPK Melonjak 23,29% di Semester I-2026

Foto : istimewa

Pasardana.id – Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan kinerja positif pada semester I-2026, ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit yang tetap solid.

DPK tumbuh 23,29% secara tahunan menjadi Rp72,6 triliun.

Pertumbuhan terutama ditopang giro yang meningkat 36,54% menjadi Rp60,4 triliun, sehingga rasio dana murah atau Low-Cost-Fund (CASA) naik menjadi 83,23% dari 75,16% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kredit tumbuh 8,05% secara tahunan dan 11,05% dibandingkan posisi akhir 2025 menjadi Rp29,9 triliun.

Pertumbuhan tersebut tetap dibarengi disiplin pengelolaan risiko dan kualitas aset yang terjaga.

Selanjutnya, Citi Indonesia mencatat laba bersih Rp994 miliar pada semester I-2026.

Profitabilitas mengalami moderasi akibat volatilitas pasar yang berdampak terhadap keuntungan penjualan aset keuangan.

Adapun rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) tercatat 51,17%.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di level 0,19%.

Permodalan juga solid dengan rasio kecukupan modal (CAR/KPMM) 31,43%, sementara likuiditas tercermin dari LCR sebesar 276,26%.

CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan ketangguhan dan daya saing bisnis Citi Indonesia di tengah dinamika ekonomi.

“Pertumbuhan pendanaan dan kredit yang solid, serta rasio NPL yang terjaga mendekati nol mencerminkan kepercayaan mendalam para klien kami terhadap platform perbankan institusional Citi Indonesia,” ujar Batara di Jakarta, Kamis (20/8).

Selanjutnya diungkapkan, pada lini Banking, Citi Indonesia mencatat pertumbuhan pendapatan dan aset.

Sepanjang semester I-2026, Citi terlibat dalam sejumlah transaksi korporasi besar, termasuk penerbitan obligasi global masing-masing senilai US$1,5 miliar untuk PT Danantara Investment Management dan PT PLN, sindikasi pinjaman US$1 miliar untuk Danantara, serta menjadi penasihat keuangan eksklusif Indosat Ooredoo Hutchison dalam pemisahan bisnis infrastruktur serat optik.

Di bisnis Services, saldo rata-rata tumbuh 16% dan penggunaan kartu komersial melonjak 254% pada kuartal II-2026.

Pembiayaan modal kerja juga meningkat 36%, didukung layanan digital seperti Simplified Trade Loan dan eLoan. Konektivitas Host-to-Host tumbuh 2%, sementara API meningkat 50%.

Sementara itu, bisnis Markets mencatat pertumbuhan volume valuta asing yang signifikan, didorong meningkatnya permintaan nasabah terhadap solusi valas dan lindung nilai (hedging).

Citi juga memperkuat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Bank menyediakan perangkat Citi AI, termasuk Citi Stylus Workspaces dan Citi Assist, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi karyawan.

Di sisi kontribusi sosial, Citi Indonesia bersama YCAB Foundation menjalankan program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL), yang menargetkan peningkatan kesiapan kerja dan peluang ekonomi digital bagi 2.500 generasi muda, khususnya perempuan dan penyandang disabilitas.

Hingga Juni 2026, Citi Indonesia juga meraih tiga penghargaan FinanceAsia Awards 2026, yakni International - Best Bank, International - Best Bank for Large Corp & MNCs, dan International - Best Bank for Public Sector Clients.

Berita Terkini

See More