Karhutla di Kalimantan, Menhub : Ada Pembatalan Penerbangan Karena Asap
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Akibat dari asap tebal yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan membuat sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi dalam jumpa pers di Gedung DPR RI, Kamis (20/8), menjelaskan pembatalan tersebut dilakukan karena asap mengganggu jarak pandang yang diperlukan untuk operasional penerbangan.
Disebutkan Menhub, gangguan jarak pandang paling parah terjadi di wilayah Kalimantan Barat. Kondisi tersebut dinilai tidak memungkinkan bagi pesawat untuk melakukan navigasi secara aman sehingga operasional penerbangan di beberapa lokasi dihentikan sementara.
"Untuk Kalimantan memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan karena asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang," ujarnya.
Kabut asap tebal yang masih menyelimuti kawasan tersebut dan diperkirakan masih akan berlanjut pada hari berikutnya, berpotensi mengggangu transportasi udara hingga waktu yang tidak ditentukan.
"Untuk hari esok ada pembatalan penerbangan karena jarak pandang itu sudah tidak memungkinkan. Jadi memang pada beberapa titik agak, khususnya di Kalimantan ya, Kalimantan Barat itu agak-agak sedikit pekat ya," bebernya.
Meski belum memegang data rinci terkait total daftar bandara terdampak di Sumatra dan Kalimantan maupun jumlah total pembatalan, Menhub menegaskan penanganan dampak karhutla terus dipantau.
Langkah pembatalan diambil sepenuhnya demi keselamatan penerbangan, dengan Bandara Supadio di Kubu Raya menjadi salah satu titik terdampak paling parah.
"Yang di Kalimantan Barat rasa saya Supadio, ya. Nanti saya mesti update lagi untuk titik-titiknya," ujar Dudy.
Kementerian Perhubungan juga menginstruksikan seluruh maskapai untuk terus memperbarui informasi cuaca resmi dan berkoordinasi secara ketat demi menjaga kehati-hatian operasional.
"Kita mengingatkan kepada seluruh airline untuk berhati-hati. Selalu memonitor informasi dari BMKG terkait dengan cuaca. Itu yang paling penting," tukasnya.




