analis fixed income|fixed income|BNI Sekuritas|analisa market

ANALIS MARKET (19/8/2026): Demand SBN Menguat, Obligasi RI Kembali Jadi Buruan Investor?

Oleh: Ria

19 Agustus 2026, 08:30
ANALIS MARKET (19/8/2026): Demand SBN Menguat, Obligasi RI Kembali Jadi Buruan Investor?

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Fixed Income BNI Sekuritas menyebutkan, harga instrumen Surat Utang Negara (SUN) ditutup mixed pada sesi perdagangan kemarin (18/8).

Data PHEI menunjukkan, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0109) turun sebesar 1 basis point (bp) ke level 6,91%, sementara yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0108) naik sebesar 2 bp ke level 7,09%.

Berdasarkan data Bloomberg, yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 2bp menjadi 7,16%.

Level yield curve 10-tahun (GIDN10YR) masih berada di dalam weekly estimated range untuk minggu ini di kisaran 7,04%-7,33%.

Volume transaksi SBN secara outright tercatat sebesar Rp32,7 triliun kemarin, lebih tinggi dari volume transaksi di hari Jumat yang tercatat sebesar Rp23,3 triliun.

FR0110 dan FR0108 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp12,5 triliun dan Rp9,9 triliun.

Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp7,4 triliun.

Data DJPPR menunjukkan total incoming bid pada lelang SUN kemarin mencapai Rp84,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan lelang SUN sebelumnya tanggal 4 Agustus lalu yang mencapai Rp70,7 triliun.

Dari seri yang ditawarkan, Pemerintah menetapkan total amount awarded sebesar Rp34,00 triliun, di atas target indikatif Rp 32,0 triliun.

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS melemah sebesar 0,36%, bergerak dari level Rp17.798/US$ di hari Senin menjadi Rp17.862/US$ kemarin.

Adapun per Rabu (19/8) pagi ini, minyak Brent diperdagangkan di harga US$91,3/barel atau meningkat 0,45% dibandingkan penutupan sebelumnya.

DXY Index menguat terbatas sebesar 0,01% menjadi 99,7 diiringi sedikit penurunan pada yield US Treasury (UST).

Yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun masing-masing turun sebesar 1bp menjadi 4,37% dan 4,71%.

Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia meningkat tipis sebesar 1bp menjadi 85bp.

“Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi potensi demand bagi SBN Rupiah namun yield yang diminta masih akan sensitif terhadap perkembangan global dan kondisi likuiditas domestik. Berdasarkan valuasi yield curve, kami memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0059, FR0064, FR0104, FR0085,” sebut Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe dalam riset Rabu (19/8).

Berita Terkini

See More