PT Metrodata Electronics Tbk|MTDL|Susanto Djaja|Metrodata Solution Day (MSD) 2026|Artificial Intelligence (AI)|Palo Alto Networks

Metrodata Dorong AI Tak Sekadar Diadopsi, tapi Hasilkan Nilai Bisnis Nyata

Oleh: Harry

20 Agustus 2026, 17:39
Metrodata Dorong AI Tak Sekadar Diadopsi, tapi Hasilkan Nilai Bisnis Nyata

Foto : istimewa

Pasardana.idPT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL) kembali menggelar Metrodata Solution Day (MSD) 2026 untuk ke-21 kalinya dengan tema Winning with AI: Build, Run, and Scale for Measurable Impact.

Forum ini menegaskan pergeseran fokus perusahaan dari sekadar adopsi teknologi menuju penciptaan nilai bisnis dan operasional yang nyata serta terukur.

Berdasarkan IDC Info Snapshot From AI Spending to AI Value Creation yang disusun bersama Metrodata, sebanyak 56,7% organisasi di Indonesia berencana meningkatkan anggaran GenAI lebih dari 50%.

Angka tersebut hampir dua kali lipat rata-rata Asia/Pacific sebesar 29,8%.

Namun, tingkat kematangan AI organisasi di Indonesia baru mencapai 2,03 dari skala 5, masih di bawah rata-rata Asia/Pacific dan global.

Kesenjangan antara tingginya investasi dan rendahnya kematangan implementasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan untuk mengubah AI menjadi dampak bisnis yang terukur.

Presiden Direktur Metrodata, Susanto Djaja, mengatakan ukuran keberhasilan AI kini bukan lagi seberapa cepat teknologi tersebut diadopsi, melainkan seberapa besar nilai yang dihasilkan.

“Yang menentukan sekarang adalah nilai yang dihasilkan, bukan seberapa cepat teknologi itu dipakai. Organisasi butuh disiplin, tata kelola, dan akuntabilitas di setiap investasi AI,” ujar Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8).

Melalui konsep Build, Run, and Scale, Metrodata mendorong perusahaan membangun fondasi AI melalui kesiapan data, arsitektur, dan use case bisnis; menjalankan implementasi dengan tata kelola, keamanan, dan pengukuran yang tepat; serta memperluas pemanfaatannya untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat pengambilan keputusan.

MSD 2026 menghadirkan lebih dari 30 mitra teknologi global melalui keynote, executive discussion, dan track session yang membahas AI, cloud, cybersecurity, data analytics, modern infrastructure, hingga enterprise applications.

Sejumlah mitra menekankan pentingnya mengintegrasikan AI ke dalam operasional bisnis, bukan sekadar menjalankan proyek percontohan.

Microsoft menyoroti kebutuhan membangun fondasi yang tepat agar investasi AI menghasilkan dampak terukur, sementara Google Cloud mendorong integrasi agen AI ke dalam operasional sehari-hari.

Cloudera menekankan pentingnya tata kelola data, sedangkan Anaplan menyoroti pemanfaatan AI dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keputusan bisnis yang lebih cepat dan terukur.

Red Hat menilai, fondasi hybrid cloud yang terbuka, fleksibel, dan aman menjadi kunci untuk memperluas implementasi AI tanpa ketergantungan pada satu vendor.

Salesforce menambahkan, bahwa keberhasilan AI membutuhkan integrasi data, alur kerja, tata kelola, dan guardrails agar agen AI dapat menghasilkan proses kerja yang andal.

Sementara itu, Palo Alto Networks mengingatkan bahwa percepatan AI juga meningkatkan ancaman siber sehingga pertahanan harus mampu bekerja secara real-time dengan pendekatan keamanan yang terpadu.

Melalui MSD 2026, Metrodata memperkuat kolaborasi dengan ekosistem teknologi global untuk membantu perusahaan Indonesia beralih dari sekadar bereksperimen dengan AI menuju implementasi yang mampu menghasilkan nilai bisnis nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Berita Terkini

See More