ANALIS MARKET (16/4/2024) : IHSG Berpotensi Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, Dow Jones dan kawan-kawan kembali tersungkur pada perdagangan Senin (15/04/24), tertekan oleh karena melonjaknya yield US Treasury seiring data Retail Sales yang lebih kuat dari ekspektasi seolah bersiap memupuskan harapan pemotongan suku bunga tahun ini; membuat para pelaku pasar mengabaikan laporan pendapatan yang kuat dari raksasa perbankan Goldman Sachs.

DJIA turun 0.7%, sementara S&P500 drop 1.2% dan NASDAQ anjlok 1.8%. Yield US Treasury terus merangkak naik ke titik tertinggi bulan November setelah data Penjualan Ritel AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada bulan Maret, menunjukkan kekuatan konsumen yang mendorong sebagian besar pertumbuhan ekonomi AS, sehingga mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Adapun imbal hasil obligasi negara AS tenor 10 tahun melonjak 11 basis poin menjadi 4,61%. Departemen Perdagangan AS mengatakan pada hari Senin bahwa penjualan ritel naik 0,7% bulan lalu, melampaui perkiraan ekonom yang memperkirakan kenaikan 0,4%.

Menyusul data tersebut, beberapa ekonom merevisi ekspektasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama jadi lebih tinggi dan memperingatkan bahwa penurunan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Morgan Stanley bahkan telah mencabut kemungkinan pemotongan suku bunga di bulan Juni dan memundurkannya ke bulan Juli, menjadikan total perkiraan pemotongan suku bunga The Fed tahun ini terjadi 3 kali (sesuai dengan proyeksi dari The Fed itu sendiri), turun dari perkiraan awal mereka yaitu 4 kali.

SENTIMEN MARKET: Dari sudut laporan keuangan, Goldman Sachs dan Charles Schwab menopang sentimen positif market dengan laporan laba Q1 mereka yang cemerlang ; sementara harga saham Apple merosot 2% setelah data dari firma riset IDC mengindikasikan bahwa produsen iPhone ini telah kehilangan mahkota pembuat handphone nomer satu dunia, disalip oleh Samsung yang mengambil kesempatan di kala performa Apple melemah di kuartal 1. Sementara itu di TIMUR TENGAH, tensi geopolitik terus mencengkram sentimen negatif pasar seiring prediksi bahwa Israel mungkin akan membalas serangan Iran di akhir pekan kemarin; membuka peluang semakin meluasnya perang ini dan memaksa para investor menimbun aset safe-haven seperti EMAS.

Harga US TREASURY tenor 10 tahun turun 29/32 menghasilkan yield 4,6158%, dari 4,499% pada akhir Jumat; sedangkan harga obligasi negara tenor 30 tahun terakhir turun 63/32 menjadikan yield berapa pada 4,7323%, dari 4,603% pada akhir Jumat. US DOLLAR menyentuh level tertinggi sejak awal November terhadap sejumlah mata uang dunia karena Yen merosot ke level terendah dalam 34 tahun. Pergerakan Yen membantu menghidupkan kembali antisipasi terhadap kemungkinan intervensi pihak berwenang Jepang. DOLLAR INDEX naik 0,15%, dan Euro turun 0,17% menjadi USD 1,0624. Yen Jepang melemah 0,60% terhadap greenback pada 154,23/USD, sementara Pound Sterling terakhir diperdagangkan pada USD 1,2445, turun 0,04% hari ini.

KOMODITAS: Harga MINYAK mentah turun tipis setelah serangan Iran terhadap Israel pada akhir pekan terbukti tidak terlalu merusak sesuai perkiraan. Israel meng-klaim bahwa mereka berhasil menangkal sebagian besar serangan drone peledak & rudal Iran. Minyak mentah US WTI turun 0,29% menjadi USD 85,41/barel, sementara BRENT menetap di USD90,10/barel, turun 0,39% hari ini. EMAS melonjak karena meningkatnya permintaan safe-haven yang dipicu oleh ketegangan geopolitik. Diketahui harga Emas di pasar spot menggelembung 1,8% menjadi USD 2,385.39/ounce.

MARKET EROPA & ASIA: Saham-saham Eropa berakhir menguat tipis karena melemahnya saham-saham Energi membatasi kenaikan saham-saham Industri, sementara investor tetap memperhatikan perkembangan di Timur Tengah. Perang Israel – Iran ini juga memukul minat beli para investor di Asia, sehingga sebagian besar saham Asia berguguran di hari Senin, sementara on-going concerns mengenai suku bunga AS yang mungkin perlu higher for longer juga masih membebani. Saham-saham negara berkembang (emerging market) merosot 1,12%. Indeks MSCI yang terdiri dari saham Asia Pasifik di luar Jepang ditutup melemah 1,06%, sedangkan Nikkei Jepang terkikis 0,74%. Saham-saham China menjadi satu-satunya yang berkinerja terbaik di awal pekan ini, rebound dari level terendah dalam satu bulan karena pemerintah China menjanjikan lebih banyak paket stimulus.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (16/4), analis NH Korindo Sekuritas memperkirakan IHSG hampir dapat dipastikan akan menyesuaikan dengan aroma bearish regional market yang terjadi ketika ditinggal liburan panjang Idul Fitri sepekan lalu.

"Akan sulit untuk IHSG menembus Resistance MA20 di sekitar 7320 dan memperingatkan para investor/trader untuk lebih bersiap siap akan gerakan konsolidasi ke arah Support 7240/7160-7130. Di tengah meningkatnya faktor ketidakpastian global, mau tak mau kami menyarankan untuk sisihkan lebih banyak porsi cash dari biasanya,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Selasa (16/4).