ANALIS MARKET (22/4/2024) : IHSG Berpotensi Minor Technical Rebound

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, S&P 500 ditutup di bawah 5.000 pada hari Jumat (19/04) lalu, menandai penurunan 6 hari berturut-turut dipicu pelemahan saham Netflix dan Nvidia, yang sebabkan Nasdaq tergerus 2,1%.

Netflix mengumumkan bahwa mereka akan berhenti melaporkan data pelanggan kuartalan, menyebabkan sahamnya drop lebih dari 9%.

Raksasa teknologi lainnya, seperti; Amazon, Microsoft, Alphabet, Apple, dan Meta Platforms juga bergerak di zona merah.

Nvidia anjlok 10%, melanjutkan tren bearish baru-baru ini menjelang laporan keuangannya.

Adapun harga saham American Express menguat 6% setelah melampaui estimasi laba kuartal pertama, sementara saham Procter & Gamble naik tipis 0,5% meskipun angka Penjualan tak bisa penuhi ekspektasi.

Saham Paramount Global melonjak 13% di tengah-tengah potensi pertarungan akuisisi, sementara saham Tesla turun hampir 2% karena penarikan kembali hampir 3.900 unit Cybertrucks karena kerusakan pada pedal akselerator.

Bitcoin mengalami fluktuasi di sekitar $60.000 karena para investor mengantisipasi peristiwa halving yang akan datang, sebuah peristiwa yang terjadi setiap empat tahun sekali dan mengurangi tingkat produksi bitcoin. Sementara meningkatnya pesimisme bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga juga turut menekan sentimen.

Pasar Ekuitas mengalami kesulitan pertahankan reli lima bulan yang dimulai pada bulan November, sebagian karena ekspektasi bahwa the Fed akan memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun ini. Di sisi lain, beberapa data inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, data pasar tenaga kerja yang kuat, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak, serta komentar dari para pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, telah menyebabkan para pelaku pasar memundurkan harapan penurunan suku bunga bank sentral.

S&P dan Nasdaq telah turun selama enam sesi berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang untuk masing-masing sejak Oktober 2022, dengan S&P sekarang turun 5,46% dari rekor penutupan pada 28 Maret.

Saham-saham terkait chip yang berkinerja terbaik tahun ini berkat terafiliasi dengan dengan kecerdasan buatan (AI), juga jatuh serentak, dengan Philadelphia Semiconductor Index turun 4,12%. Indeks ini mencatat persentase penurunan mingguan terbesar dalam hampir 2 tahun terakhir dengan terdepresiasi sebesar 9,23%.

INDONESIA akan memantau angka Trade Balance Maret yang kemungkinan besar masih akan hasilkan surplus, berbanding dengan angka sebelumnya yang hanya USD 870juta, akibat pertumbuhan Impor jauh melebihi Ekspor. IHSG telah menyentuh Support MA20 persis pada Low 7037 hari Jumat lalu, menjadikan level tsb sebagai Support terdekat saat ini, up to angka bulat 7000 selaku level psikologis. Walau kita berharap akan adanya minor technical rebound, namun analis NH Korindo Sekuritas mengingatkan, net sell asing dalam sepekan terakhir terbilang massive dengan adanya capital outflow sebesar IDR 8.27 triliun (all market), menyebabkan pasar Indonesia seolah kehilangan daya tarik karena perkembangan terakhir makroekonomi global belakangan ini.

Analis NH Korindo Sekuritas juga menyarankan untuk masih perbanyak sikap Wait & See, namun tak lupa perhatikan trading opportunity secara seksama berdasar rotasi sector.

“IHSG Berpotensi minor technical rebound,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset Senin (22/4).