ANALIS MARKET (12/5/2022) : IHSG Diperkirakan Melanjutkan Penurunan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG masih mengalami pelemahan pada perdagangan kemarin (11/5), meski tidak begitu dalam dan selama intraday sempat bergerak positif yang cukup kuat. IHSG ditutup ke level 6816,20 (-0,05%). Pelemahan IHSG terjadi setelah pre closing, dimana sebelumnya IHSG bergerak positif sampai menguat ke level 1,21%. Salah satu faktor penyebab pelemahan disebabkan karena terjadinya net sell oleh investor asing yang masih membebani bursa, serta kekhawatiran investor terhadap pelemahan Rupiah dibanding Dollar AS juga turut menjadi sentimen negatif. Pelemahan bursa disebabkan oleh beberapa sektor seperti sektor teknologi (-2,71%), sektor keuangan (-0,58%), dan sektor transportasi (-0,38%). Investor asing terlihat mencatatkan net sell sebesar Rp 875,61 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dijual adalah: BBCA, BBRI, ASII.

Secara teknikal analis, pelemahan IHSG pada perdagangan kemarin (11/5), membentuk pola candle spinning top dengan badan bearish, memberi sinyal reversal, namun volume perdagangan tidak terlalu tinggi. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini (12/5), yaitu: TAPG, LSIP, BBNI, ICBP, ADRO, UNVR, ABMM, INKP, PGAS, INDF, MYOR, HMSP, ACES.

Kemudian dari bursa AS, pelemahan kembali terjadi pada penutupan perdagangan tadi pagi, meskipun hasil tingkat pertumbuhan inflasi yang sedikit melemah di level 8.3% pada bulan April, dibandingkan 8,5% pada bulan sebelumnya. Hal tersebut seharusnya menunjukkan bahwa, ancaman kenaikan inflasi terlihat sudah mencapai puncaknya, namun tetap saja para investor masih berpandangan skeptis terhadap aksi The Fed untuk kembali menaikkan tingkat suku bunga selama tahun 2022.

MARKET OUTLOOK

Dari bursa kawasan Asia pada pagi hari ini diperdagangkan di zona merah, Nikkei melemah 1,1%, dan Kospi melemah 0,3% pada saat laporan ini ditulis. Pelemahan bursa Asia disebabkan karena para investor merespon negatif terhadap hasil inflasi China yang diumumkan kemarin, meningkat 2,1% pada bulan April dari yang sebelumnya 1,5% pada bulan Maret.

Kemudian dari dalam negeri, IHSG diperkirakan hari ini akan melanjutkan kembali penurunannya, melihat bursa AS yang masih melemah meskipun hasil inflasi sedikit membaik, dan masih adanya ancaman kenaikan tingkat suku bunga yang akan dilakukan oleh BI.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6730 – 6880,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (12/5/2022).