ANALIS MARKET (20/5/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Mix Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG pada perdagangan kemarin (19/5) ditutup menguat di level 6823.33 (+0.44%). IHSG sempat di perdagangkan di zona merah cukup dalam pada awal sesi 1 ditengah bursa regional yang berada di zona merah dimana sentiment eksternal yang masih negative terkait perlambatan ekonomi. Penguatan bursa didorong oleh beberapa sektor seperti technology (+1.80%) dan sektor keuangan (+0.90%). Investor asing membukukan net sell sebesar Rp 293.68 milliar , dengan sahamsaham yang paling banyak dijual adalah: BBCA, EMTK, PTBA.

Secara teknikal, IHSG berpeluang untuk rebound setelah berhasil membentuk support baru berhasil break di MA 5 dan berhasil break resistance 6730, indicator stochastic juga telah golden cross dan mengarah keatas. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: AKRA, ANTM, INCO, EMTK, TINS, MASA, ARTO, AGRO, BBYB.

Sementara itu, dari bursa AS, pada pagi hari ini kembali ditutup di zona merah ditopang oleh saham APLE dan CISCO. Pelemahahan bursa AS didorong oleh sentiment rilisnya laporan existing home sales yang mengalami penurunan selama 3 bulan berturut hal ini akibat dari kenaikan harga rumah akibat inflasi dan naiknya mortgage rate akibat kenaikan suku bunga hal ini mengurangi aktivitas pembelian rumah di AS.

MARKET OUTLOOK

Dari bursa Asia, pada perdagangan Jumat (20/5) pagi ini sudah diperdagangkan dengan ceria, saat laporan ini ditulis indeks Nikkei menguat 0.36%, dan indeks Kospi menguat 0.91%. sentiment datang dari Jepang yang rilis inflation rate sebesar 2.5% YoY di bulan April dengan kenaikan harga makanan mengalami kenaikan tertinggi selama 7 tahun, hal ini dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Jepang dimana GDP di jepang hanya tumbuh 0.2% pada Q1 2022 YoY.

Dari dalam negeri, IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak mix cenderung menguat dengan beberapa sentiment dari eksternal yang masih negative namun dari internal, investor masih menunggu rilis current account yang diperkirakan akan tetap surplus dan beberapa kebijakan terkait ekspor komoditas andalan Indonesia dapat menjadi sentiment.

“IHSG akan bergerak di rentang 6800 – 6900 pada perdagangan hari ini,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (20/5/2022).