ANALIS MARKET (24/5/2022) : IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG mengalami pelemahan pada perdagangan kemarin (23/5), ditutup di level 6840,77 (- 1,12%). Pelemahan disebabkan karena kekhawatiran para investor menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diadakan hari ini untuk menentukan tingkat suku bunga, sementara konsensus pasar memperkirakan tingkat suku bunga 7-day repo rate BI tidak mengalami perubahan yaitu tetap di level 3,5%. Beberapa sektor yang turut memperlemah IHSG yaitu sektor teknologi (-1,72%), sektor konsumen primer (-1,31%), dan sektor perindustrian (-1,18%). Investor asing terlihat mencatatkan net buy sebesar Rp 89 miliar pada perdagangan kemarin, dengan saham-saham yang paling banyak dijual yaitu PTBA, BBRI, ANTM.

Adapun secara teknikal analis, IHSG gagal melanjutkan penguatannya setelah sudah menembus MA 80 pada hari sebelumnya. Di samping itu, level high dari perdagangan kemarin dibentuk di level yang hampir sama dengan candle sebelumnya. Kedua hal tersebut mengindikasikan IHSG akan mengalami reversal ke arah bearish melanjutkan penurunannya pada hari ini. Dari indikator stochastic juga membentuk pola death cross pada perdagangan kemarin, memperkuat sinyal reversal. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: TAPG, FILM, MAPA, MDKA, INCO, SILO, MIKA, INKP, ANTM.

Di sisi lain, Bursa AS akhirnya ditutup menguat pada perdagangan yang berakhir subuh waktu Indonesia. Penguatan pada saham perbankan, gas dan minyak, serta teknologi mendorong kenaikan bursa. Kenaikan masih terjadi meskipun kondisi di AS kini tengah dilanda oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi serta tingginya inflasi.

MARKET OUTLOOK

Bursa Asia pada Selasa (24/5) pagi ini diperdagangkan di zona merah, Nikkei melemah 0,3% dan indeks Kospi juga melemah 0,3% pada saat laporan ini ditulis. Pelemahan terjadi di tengah memudarnya perang dagang AS dan China, dimana pada hari kemarin Presiden Joe Biden mempertimbangkan akan menurunkan tarif untuk impor barang dari China, karena hal tersebut dianggap menjadi salah satu penyebab kenaikan inflasi.

Dari dalam negeri pada hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak sideways cenderung melemah melanjutkan pergerakannya dari perdagangan kemarin. Para investor akan mengambil sikap wait and see terhadap keputusan BI untuk menaikkan tingka suku bunga.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6700 – 6940,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (24/5/2022).