ANALIS MARKET (15/4/2026): IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan
Oleh: Ria

foto: dok. Semen Merah Putih
Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (14/4), ditutup naik 2.34%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp48 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BRMS, BRPT, TPIA, IMPC dan ANTM.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kembali menguat pada perdagangan Selasa (14/4). Penguatan didorong optimisme pasar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih berpeluang tercapai. Indeks S&P 500 menguat 1,18%, Dow Jones Industrial Average naik 0,66%, dan Nasdaq Composite melesat 1,96%. Di sisi saham, Oracle naik 4,7%, sementara Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari yang sama. Di sisi lain, presiden AS Donald Trump menyebut bahwa komunikasi antar pihak masih berlangsung dan membuka peluang negosiasi lanjutan. Selain itu, seorang pejabat Gedung Putih menyebut kepada CNBC bahwa putaran kedua negosiasi AS dan Iran masih dalam tahap pembahasan, meski belum ada jadwal resmi yang ditetapkan. Sentimen pasar juga ditopang oleh rilis data indeks harga produsen (PPI) AS untuk Maret yang naik lebih rendah dari perkiraan, sehingga meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, di tengah penguatan pasar secara umum, sejumlah saham perbankan justru tertekan akibat laporan kinerja terbaru. Saham Wells Fargo turun lebih dari 5% setelah membukukan hasil yang mengecewakan.
Di sisi lain, Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Selasa (14/4). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,43% dan Topix naik 0,87%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,82%, Taiex Taiwan melesat 2,37% dan CSI 300 China naik 1,19%. Selain itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 2,74% dan ASX 200 Australia menguat 0,50%. Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,47% dan FTSE Malay KLCI naik 0,45%. Penguatan bursa Asia-Pasifik di tengah harapan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran masih mungkin terjadi meskipun AS memblokade pengiriman Iran di Selat Hormuz. Gencatan senjata AS-Iran yang rapuh, meskipun belum secara resmi dibatalkan, telah sangat terkikis, dengan AS dan Iran saling menuduh melanggar ketentuan gencatan senjata. Di sisi lain, surplus perdagangan China turun drastis menjadi USD 51,13 miliar pada Mar-26, terendah dalam 13 bulan, akibat peningkatan impor dan pelambatan pertumbuhan ekspor sebesar 2,5% YoY.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (15/4), Fanny Suherman, CFP, Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi mencoba melanjutkan kenaikan ke 7750-7800, tapi hati2 karena rentan dengan koreksi minor. Diperkirakan Support IHSG: 7500-7600 dan Resist IHSG: 7750-7800."
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBNI, AMMN, VKTR, AADI, BUMI, dan EMTK.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BBNI Buy if Break 3770, dengan target dekat di 3840-3890. Cutloss di bawah 3680.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 5600-5725, cutloss di bawah 5525. Target dekat di 5850-6000.
VKTR Spec Buy dengan area beli di 1010-1045, cutloss di bawah 995. Target dekat di 1075-1110.
AADI Spec Buy dengan area beli di 10100-10300, cutloss di bawah 10000. Target dekat di 10550-10775.
BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 258-260, cutloss di bawah 248. Target dekat di 266-272.
EMTK Spec Buy dengan area beli di 920, cutloss di bawah 900. Target dekat di 940-980.
Disclaimer on