ANALIS MARKET (31/1/2022) : IHSG Diproyeksi Bergerak Menguat Melanjutkan Rally

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan pekan kemarin, ditutup di level 6645.51 (+0.52%). Minimnya sentimen dari dalam negeri membuat IHSG mengalami penguatan terbatas ditengah rilisnya laporan keuangan saham perbankan FY21 yang sangat memuaskan masih menjadi penggerak IHSG. Sektor yang mendorong penguatan IHSG yaitu sektor trasportasi (+4.34%), sektor teknologi (+2.19%), dan sektor barang konsumen non-primer (+1.42%). Investor asing membukukan net buy pada pasar reguler sebanyak Rp 135.19 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dibeli adalah BBNI, BMRI, EXCL.

Adapun secara teknikal analis, penguatan kembali yang terjadi pada IHSG meneruskan rally pada hari sebelumnya selama 3 hari berturut membentuk candle putih namun masih tertahan di MA 20 yang akan di uji pada hari ini. Beberapa saham yang memiliki potensi kenaikan yaitu: VICO, BBYB, ASSA, SMDR, ESSA, MLPL, MCOR, BBNI, BSDE, BTPS, MEDC, TPIA.

Bursa AS pada pekan ditutup kompak di zona hijau, pada pekan lalu bursa AS mengalami gejolak/volatilitas yang cukup tinggi terkait kebijakan siklus suku bunga yang tinggi investor mencoba untuk menyesuaikan diri ditengah rilisnya data ekonomi yang kurang memuaskan yang menunjukan penurunan belanja konsumen yang dirilis pada hari Jumat (28/1).

MARKET OUTLOOK

Sementara itu, Bursa Asia sudah diperdagangkan di zona hijau, saat laporan ini ditulis Senin (31/1) pagi, index Nikkei di perdagangkan +0.47% namun sempat dibuka di zona merah. Bursa Asia masih akan menunggu rilisnya consumer confidence Jepang pada bulan January yang di perkirakan akan mengalami ekspansi 39.5% sementara dari China rilis data ekonomi kurang memuaskan yaitu Caixin Manufacturing PMI pad bulan January yang mengalmi level terendahnya selama 23 bulan terakhir yaitu 49.1.

Adapun IHSG pada hari ini diperkirakan akan bergerak menguat melanjutkan rally pada penutupan pekan kemarin serta terjadi kenaikan harga komoditas CPO yang dapat menguntungkan untuk emiten CPO serta adanya insentif dari pemerintah untuk harga minyak retail dari dalam negeri serta data dari dalam negeri lebih stabil seperti deficit fiskal dan utang Indonesia.

“IHSG akan bergerak pada rentang 6590 – 6700,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (31/1/2022).