ANALIS MARKET (15/3/2022) : IHSG Diprediksi Bergerak Bervariasi Cenderung Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG diperdagangkan di zona hijau pada awal pekan ini, ditutup menguat di level 6952.20 (+0.43%). Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan saham-saham dengan kapitalisasi pasar tinggi khususnya saham perbankan yang diborong oleh investor asing yang juga megimbangi pelemahan pada saham-saham komoditas. Sektor yang mendorong penguatan IHSG diantaranya adalah sektor teknology (+1.85%), sektor keuangan (+0.77%), dan sektor bahan baku primer (+0.71%). Investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 1.33 triliun, dengan saham-saham yang paling banyak diborong adalah: BBRI, BBCA, TLKM.

Secara teknikal, IHSG masih mengalami uptrend dengan volatilitas yang cukup tinggi serta IHSG tertahan di upper range bollinger bands. Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: BEBS, VICO, WEHA, BBRI, JPFA, BUKA, WEGE, TPIA, BRPT, KINO, IPCM, AUTO.

Di sisi lain, tiga index utama bursa AS ditutup cenderung melemah pada pembukaan awal pekan ini, hal ini imbas dari antisipasi para pelaku pasar yang memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertam kalinya dalam tiga tahun pada hari Rabu mendatang untuk mengatasi inflasi ditengah kenaikan harga komoditas serta perkembangan konflik Ukraine-Russia menambah kehawatiran para pelaku pasar.

MARKET OUTLOOK

Sementara dari bursa kawasan Asia sudah di perdagangkan mix, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 menguat 0.06%, dan indeks Kospi melemah 0.45%, pergerakan bursa Asia masih di dorong oleh sentiment geopolitik serta masih minimnya sentiment positf serta para pelaku pasar khsusnya di China menunggu rilisnya data Industrial Production YoY Jan-Feb dan Retail Sales YoY Jan-Feb.

Kemudian dari dalam negeri, volatilitas IHSG dipredikasi akan masih berlanjut dengan pergerkan rentang harga yang tinggi, IHSG pada hari ini diprediksikan akan bervariasi cenderung menguat melihat bursa Asia yang sudah diperdagangkan bervariasi serta rilisnya laporan keuangan Q4 2021 yang semakin membaik dibandingkan 2020 membuat sentiment positif untuk IHSG serta inflow investor asing yang masih kuat di saham perbankan akan menjadi menopang pengauatan IHSG ditngah aksi taking profit saham komoditas yang masih berlanjut.

“IHSG diperkirakan bergerak dengan rentang 6875 – 6950,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (15/3/2022).