ANALIS MARKET (22/4/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (21/4), IHSG ditutup turun 45.08 poin (-0.75%) ke level 5993.24 atau berada dibawah level psikologis, dengan saham-saham di sektor Konsumsi (-1.02%) dan Basic Industri (-1.01%) turun memimpin pelemahan. Investor merespon pelemahan ekuitas global ditengah peningkatan kasus covid-19 pada optimism keberhasilan vaksinasi. Bank Indonesia memangkas pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4.1% dari 5.1% menjadi salah satu faktor. Adapun investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp512.09 miliar.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah, kemarin (21/4). Indeks Nikkei (-2.03%), TOPIX (-1.98%) dan HangSeng (-1.70%) turun sedangkan CSI300 (+0.30%) naik. Lonjakan kasus baru covid-19 di seluruh dunia memangkas optimisme investor terhadap kesuksesan vaksinasi hal ini menjadi dasar aksi jual investor ditengah ketidakpastian tersebut.

Sedangkan Bursa Eropa ditutup naik, kemarin (21/4). Indeks Eurostoxx (+0.91%), FTSE (+0.52%), DAX (+0.44%) dan CAC40 (+0.74%) naik karena hasil laporan pendapatan perusahaan yang optimis membantu meredakan kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah kasus covid-19 di Eropa. Perusahaan disektor energy dan teknologi memimpin penguatan.

Selanjutnya, investor akan menanti hasil laporan persediaan minyak mentah di AS, dan keputusan suku bunga di Eropa hingga data penjualan rumah baru di AS.

Sementara itu, diperdagangan Kamis (22/4) pagi ini, Indeks Nikkei (+1.20%) dan TOPIX (+1.08%) rebound mengiringi penguatan di bursa AS.

Investor memilah-milah hasil perusahaan untuk tanda-tanda apakah lonjakan laba yang diantisipasi akan membawa serta perkiraan untuk pertumbuhan yang lebih kuat.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa diharapkan untuk mempertahankan kebijakannya tidak berubah, mengkonfirmasikan bahwa pembelian aset di bawah program pandemi akan berjalan lebih cepat hingga Juni.

Pertemuan tersebut akan menjadi perhatian khusus setelah Bank of Canada menjadi bank sentral utama pertama yang memberi sinyal akan mengurangi pembelian aset dan menaikkan jadwal yang diharapkan untuk kenaikan suku bunga potensial.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.20%) masih melanjutkan pelemahannya ditengah kekhawatiran demand akibat potensi lockdown dibeberapa negara.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat ditengah optimisme bursa global akibat laporan kinerja emiten kuartal 1 - 2021 yang cukup positif,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (22/4/2021).