ANALIS MARKET (02/3/2021) : Pergerakan IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (01/3), IHSG ditutup menguat (+1.55%) atau naik 96.72 poin ke level 6338.51 dengan saham-saham disektor Property (+4.09%), Aneka Industri (+3.06%) dan Finance (+3.03%) naik signifikan memimpin penguatan sektor lainnya. Selain dorongan positif dari katalis global yang mulai rebound diawal bulan Maret setelah alami koreksi diakhir Februari, kebijakan pemerintah terhadap relaksasi pajak pembelian rumah hingga kendaraan bermotor memacu optimisme investor terhadap pospek bisnis disektor tersebut. Meskipun data ekonomi yang rilis agak sedikit menahan optimisme investor, diantaranya turunnya indeks kinerja Manufaktur Indonesia dibulan Februari 2021 menjadi 50.9 dari 52.2 dan tingkat inflasi yang rilis masih cukup rendah dibawah ekspektasi.

Sedangkan dari bursa regional, mayoritasn indeks saham Asia ditutup menguat signifikan lebih dari dua persen diawal sesi perdagangan. Indeks NIKKEI (+2.41%), TOPIX (+2.04%), HangSeng (+1.53%) dan CSI300 (+1.54%) naik mengiringi reboundnnya indeks berjangka AS. Data ekonomi dari perlambatan kinerja sektor manufaktur di Tiongkok seakan dihiraukan investor dimana China merilis data indeks kinerja Manufakturing PMI yang lebih rendah dari bulan sebelumnya di Februari 2021 sebesar 50.9 dari 51.5.

Di sisi lain, Bursa Eropa menutup perdagangan mengikuti bursa Asia dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+1.93%), FTSE (+1.62%), DAX (+1.64%) dan CAC40 (+1.57%) naik signifikan.

Adapun ekuitas berjangka AS dan Saham global yang menguat memicu penguatan ekuitas Eropa. Bank sentral dari Asia hingga Eropa berusaha meyakinkan investor bahwa dukungan kebijakan tetap akan ada meskipun prospek pertumbuhan dan inflasi yang lebih cepat di tengah pemulihan ekonomi sedang berlangsung. Selanjutnya investor akan merefleksikan data kinerja manufakturing global yang mayoritas melambat dibulan Februari dan aksi tunggu laporan keuangan yang mulai ramai rilis hingga pertemuan OPEC+ yang berbicara masa depan kapasitas produksi minyak selanjutnya.

Sementara itu, Bursa Jepang membuka perdagangan Selasa (02/3) pagi ini, di zona hijau dengan indeks Nikkei (+0.43%) dan TOPIX (+0.08%) karena investor mengabaikan kekhawatiran tentang dampak dari imbal hasil obligasi yang lebih tinggi. Tolok ukur imbal hasil AS telah mengalami kenaikan dan penurunan tertajam dalam beberapa bulan

Investor menumpuk kembali ke aset berisiko menyusul aksi jual yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa stimulus besar-besaran serta kemajuan dalam memerangi virus korona telah membuat beberapa area ekonomi berisiko kemungkinan mengalami panas berlebih.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.68%) turun di sekitar level $ 60 per barel menjelang pertemuan kunci OPEC + minggu ini yang mungkin mengembalikan lebih banyak pasokankembali ke pasar.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatannya di tengah meredanya kekhawatiran dari imbal obligasi,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (02/3/2021).