ANALIS MARKET (19/10/2021) : IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (18/10), IHSG (+0.38%) melanjutkan penguatannya ke level 6658.77. Secara sektoral, sektor (+1.80%) dan sektor perindustrian (+1.45%) menopang pergerakan IHSG. Saham JPFA (+4.57%), MAIN (+2.47%) naik setelah adanya instruksi pemangkasan produksi (culling) dari pemerintah untuk menjaga suplai dan permintaan tetap stabil. Secara sentimen investor mencermati data ekonomi China dimana pertumbuhan ekonomi Negara tersebut di kuartal 3 secara YoY tumbuh 4.9%, dibawah ekspektasi consensus. Investor asing masih terus melakukan aksi beli bersih sebesar IDR 1.02 triliun dengan saham yang paling banyak di beli yaitu BBRI, BMRI, BRIS.

Di sisi lain, kemarin (18/10), Bursa AS ditutup bervariasi karena Investor mempertimbangkan kekhawatiran atas kenaikan inflasi terhadap harapan bahwa lebih banyak perusahaan akan mengikuti jejak bank-bank besar pekan lalu dan membukukan hasil pendapatan kuartalan yang kuat. Di sisi lain, China melaporkan tingkat pertumbuhan PDB paling lambat sejak tahun lalu untuk kuartal ketiga, karena kekurangan energi dan gejolak sektor properti menyeret aktivitas ekonomi di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Sementara itu, Indeks Nikkei (+0.71%) dan Topix (+0.44%) membuka perdagangan Selasa (19/10), dengan penguatan ditengah rilisnya pendapatan perusahaan ditengah biaya yang lebih tinggi serta prospek pengetatan kebijakan moneter untuk menahan inflasi.

Di sisi lain, kesenjangan antara imbal hasil Treasury 5 dan 30 tahun telah menyempit di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga segera tahun depan. Selanjutnya, pedagang sedang menunggu untuk melihat apakah deretan pembicara Federal Reserve minggu ini akan mencoba menenangkan kegelisahan yang berasal dari pengurangan bertahap dukungan kebijakan era pandemi.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-0.25%) terkoreksi dan CPO (-0.34%) terpantau turun. Sementara itu, harga timah (+1.76%) dan nikel (+0.29%) masih berada di zona hijau.

“Secara sentimen, pergerakan IHSG hari ini kembali mencoba menguat terbatas ditengah mulai rilisnya kinerja pendapatan dan pengumuman keputusan suku bunga bank Indonesia. Secara consensus, suku bunga diperkirakan tetap di level 3.5%,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (19/10/2021).