ANALIS MARKET (25/10/2021) : IHSG Diproyeksi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan akhir pekan lalu (22/10), IHSG berhasil ditutup di zona hijau (+0.16%), di level 6643.74, setelah dibuka di level negatif dan bergerak secara sideways seharian. Penguatan IHSG selaras dengan pergerakan bursa regional Asia yang mayoritas bergerak positif, setelah dikabarkan bahwa Evergrande tengah bersiap membayar bunga obligasi jatuh tempo, karena itu saham Evergrande menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu sebesar 4.65%. Secara sektoral, penguatan indeks ditopang oleh sektor infrastruktur (+1.16%), property (+1.06%), dan keuangan (+0.63%). Perlu diperhatikan bahwa investor asing mulai kembali mencatatkan net buy yang cukup besar di sekitar Rp 1,19 triliun, dengan saham yang paling banyak dikumpulkan adalah BBRI, BBCA, BMRI.

Di sisi lain, Bursa AS bergerak sideways pada perdagangan Jumat (22/10) pekan lalu, hal ini disebabkan karena Chairman The Fed memberi komentar baru tentang pengurangan pembelian aset dan inflasi di tengah banyak laporan keuangan dari perusahaan besar. Pengurangan pembelian aset itu akan selesai pada pertengahan tahun depan. Powell juga memperkirakan tekanan inflasi yang meningkat didorong oleh kendala pasokan global kemungkinan akan bertahan lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Ia prediksi, hal itu terjadi hingga tahun depan.

Sementara itu, Bursa Asia yang sudah dibuka pada Senin (25/10) pagi hari ini yaitu dari indeks Jepang melemah (-0.54%), dan Korea menguat tipis yang sempat dibuka melemah (+0.10%), sementara indeks Singapura dibuka melemah (-0.11%). Keseluruhan disebabkan karena statement dari chairman The Fed, Jerome Powell yang menerangkan bahwa akan segera dilakukan pengetatan pembelian aset atau tapering yang segera terjadi di bulan November ini.

“Secara sentimen, pergerakan indeks hari ini akan diwarnai proyeksikan menguat seiring dengan peningkatan kembali harga-harga komoditas terutama harga batu bara sebesar 4%,” sebut analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (25/10/2021).