Pemerintah Optimis UU Cipta Kerja Mampu Tingkatkan Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah optimistis dengan adanya UU Cipta Kerja dapat meningkatkan penciptaan tenaga kerja dan investasi yang masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp725 triliun.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, tanpa UU Cipta Kerja, investasi diproyeksikan hanya sebesar Rp245,6 triliun dengan nilai investasi di KEK hanya Rp69,75 triliun.

"Target investasi setelah ada UU Cipta Kerja pada 2025 akan mencapai Rp708,250 triliun dengan penciptaan 672.173 tenaga kerja. Sedangkan jika tidak ada UU Cipta Kerja, komitmen investasi pada 2025 hanya Rp246,642 triliun dengan penciptaan lapangan kerja hanya 43.278 orang," kata dia dalam webinar Alinea Forum bertema 'Memacu Investasi Lewat Kawasan Ekonomi Khusus'.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah menumbuhkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Saat ini, di Indonesia sudah ada 15 KEK, dengan 11 beroperasi dan 4 dalam tahap pembangunan.

Keberadaan UU Cipta Kerja memudahkan investor untuk memperoleh perizinan dan nonperizinan. Bahkan administrator KEK dapat melaksanakan pelayananan mandiri kepabeanan dan tidak memerlukan lagi izin usaha kawasan industri.

Sejalan dengan peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja juga diyakini akan bertambah.

Jika tanpa UU Cipta Kerja, proyeksi penyerapan tenaga kerja hanya sebesar 43.278 orang. Sedangkan dengan UU Cipta Kerja diproyeksikan mencapai 672.173 orang.

"Saat ini, serapan tenaga kerja di KEK sebesar 15.266 orang," terangnya.