Pemerintah Targetkan 25 Kawasan Ekonomi Khusus di 2019

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah menargetkan mampu mengoperasikan 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2019.

Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo mengatakan, saat ini ada sekitar 11 KEK dengan realisasi nilai investasi mencapai Rp221 triliun per 30 Juni 2017.

Pihaknya memproyeksikan mampu menambah 14 KEK baru, dengan usulan yang sedang dikaji, antara lain; di Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Galang Batang, dan Pulau Asam Karimun (Kepulauan Riau).

“Kami berharap investasi mengalir sampai 2030 dapat mencapai Rp726 triliun," kata Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo, dalam temu media di Jakarta, Kamis (06/7/2017) kemarin.

Dijelaskan, inisiasi KEK bersifat bottom up atau harus diawali dengan adanya usulan oleh badan usaha swasta, BUMN/BUMD, atau koperasi. Beberapa dokumen perlu dilengkapi untuk memastikan KEK berjalan, misalnya ketersediaan lahan, AMDAL, dan infrastruktur untuk tahap pertama.

"Usulan banyak, dan ada kriteria tertentu misalnya jangan saling kanibal dan investornya juga harus sudah ada untuk membangun KEK. Kalau tidak ya tidak ada dampaknya dari status KEK," kata Wahyu.

Ditambahkan, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk turut memberikan dukungan secara aktif, misalnya dengan memberi insentif.

Asal tahu saja, konsep dasar KEK adalah pemberian fasilitas pada penyiapan kawasan yang lokasinya mempunyai aksesibilitas ke pasar global, misalnya akses ke pelabuhan dan bandara.

Kawasan tersebut diberikan insentif untuk meningkatkan daya saing dengan negara-negara di sekitarnya. Dengan meningkatnya daya saing tersebut diharapkan dapat menarik investor untuk berinvestasi di kawasan tersebut.

Adapun 11 KEK yang ada saat ini, meliputi; KEK Sei Mangkei (Rp10,8 triliun), KEK Tanjung Lesung (Rp8,2 triliun), KEK Palu (Rp328 miliar), KEK Bitung (Rp2 triliun), KEK Morotai (Rp95 miliar), KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan-MBTK (Rp8 triliun), KEK Tanjung Api-Api (Rp161,7 triliun), KEK Mandalika (Rp16,2 triliun), KEK Tanjung Kelayang (Rp13,8 triliun), KEK Sorong (Rp25 miliar), dan KEK Arun Lhokseumawe (Rp100 miliar).