ANALIS MARKET (14/1/2020) : Kemungkinan Rupiah Bergerak Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.700 - Rp.13.750 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia hari ini, Selasa (14/1), naik terbawa naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.

“Kemungkinan rupiah bergerak melemah menuju kisaran antara Rp.13.700 - Rp.13.750 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom dalam riset yang dirilis Selasa (14/1/2020).                         

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal SKDU pada Q4-2019 tercatat dengan nilai SBT sebesar 7,79, atau turun dari Q3-2019 yang sebesar 13,39.

Penurunan ini biasa terjadi pada triwulan ke-4, namun naik dibandingkan Q4-2018 yang sebesar 6,19. Hanya saja kapasitas utilisasi pada Q4-2019 turun dibandingkan Q4-2018.

Pengunaan tenaga kerja dan PMI juga turun walaupun masih diatas 50. Untuk Q1-2020, SBT ini diperkirakan naik mencapai 10,7, lebih tinggi dibandingkan Q1-2019 yang mencapai 8,65. Hampir semua sektor naik kecuali sektor konstruksi turun. 

Sementara dari eksternal, India setop pembelian CPO dari Malaysia setelah PM Mahathir mengkritik tindakan India di Kashmir dan UU Kewarganegaraan India yang baru.

Untuk sementara, harga CPO bisa naik karena turunnya permintaan yang berdampak pada turunnya suplai dari Malaysia.