ANALIS MARKET (20/1/2020) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.650 - Rp.13.670 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia tercatat kompak naik, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Senin (20/1), ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global pada akhir pekan lalu, dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen, HK dolar, Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.650 - Rp.13.670 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (20/1/2020).                         

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Pemerintah rencanakan penerbitan SBN ritel tahun 2020 sebanyak enam (6) kali.

Jenis SBR akan menjadi SBN rtel perdana di tahun 2020. Kemungkinan kupon akan menyusut dibawah kupon SBN ritel terakhir di tahun 2019 yang sebesar 6,75%, namun insentif pajak 15% diyakini masih menjadi daya tarik. 

Sementara dari factor eksternal, ekonomi China pada Q4-2019 tumbuh 6% yoy, sesuai ekspektasi analis.

Ekonomi China mengalami perlambatan yang cukup cepat dari tertingginya 6,8% yoy pada Q1-2017.

Perlambatan ini tampaknya sejalan dengan dimulainya perang dagang antara AS-China yang mulai terjadi sejak Maret 2018. Konflik dagang membuat ekspor China melambat dan PMI manufaktur turun, bahkan pernah terendahnya 47,2 yang artinya kontraksi.

Kemungkinan ekonomi China membaik ke depan terlihat dari PMI yang naik.