ANALIS MARKET (17/1/2020) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.650 - Rp.13.680 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Jumat (17/1), terlihat dari hampir semua indeks futuresnya yang tercatat ‘hijau’, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam, dan harga minyak mentah dibuka yang dibuka naik pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah ditambah secara teknikal rupiah telah menguat cukup tajam.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.650 - Rp.13.680 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom

SAM dalam riset yang dirilis Jumat (17/1/2020). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia per November 2019 tercatat sebesar US$401,1 miliar, naik 8,3% yoy. Namun kenaikan ini melambat dibandingkan bulan Oktober 2019.

Perlambatan ini sejalan dengan menurunnya kegiatan usaha sehingga kebutuhan pembiayaan juga menurun.

Secara rasio dari PDB posisi utang per Q3-2019 tercatat 36,3%, dari PDB diatas ambang batas aman 35% dari PDB. 

Selain itu, realisasi pertumbuhan kredit perbankan nasional 2019 tercatat 6,08% yoy, dibawah kinerja tahun 2018 yang mencapai 11,7% yoy.

Data OJK per Oktober 2019 mencatat, pertumbuhan kredit negatif pada bank BUKU III dan BUKU I.

Untuk tahun 2020, OJK menargetkan pertumbuhan kredit mencapai 11% yoy.