ANALIS MARKET (28/8/2019) : Kemungkinan Rupiah Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.14.240 - Rp.14.250 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi indeks akan naik hari ini, walaupun ada kecenderungan turun terbawa sentiment turunnya indeks Dow semalam (27/8), sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.
Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.
“Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.14.240 - Rp.14.250 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (28/8/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti Data OJK yang mencatat kredit yang tidak ditarik pada bulan Juni 2019 mencapai Rp.1.516,2 triliun atau naik 7,7% yoy. Namun demikian, beberapa bank menanggapi kondisi tersebut masih relatif stabil.
Sebagian besar kredit yang tidak ditarik tersebut berasal dari sektor industry pengolahan, perdagangan, infrastruktur dan pertanian.
Sementara pertumbuhan kredit melambat, dan pertumbuhan DPK meningkat. Kinerja ini mengkonfirmasi kegiatan usaha yang melambat selama di Q2-2019.
Sementara dari eksternal, kendati Trump kembali melunak terkait perang dagang dengan China, namun indeks di bursa AS sebagian besar terkoreksi.
Pasar pertimbangkan resesi ekonomi global. Pasalnya, ekonomi Jerman tumbuh minus 0,1% di Q2-2019.
Adapun di AS, data harga property naik terendah sejak Agustus 2012 diikuti indeks manufaktur di lima distrik naik moderat. Tanda-tanda ekonomi AS melambat semakin kuat.

