ANALIS MARKET (02/9/2019) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.200 - Rp.14.240 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak mixed terlihat dari indeks futures-nya yang bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen indeks di bursa global yang hampir semua naik pada akhir perdagangan minggu lalu (30/8), walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Sementara mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.14.200 - Rp.14.240 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (02/9/2019). 

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti Perkembangan uang beredar pada Juli 2019 yang tercatat naik 7,8% yoy, naik dari 6,9% yoy pada Juni 2019.

Pertumbuhan kredit tercatat tumbuh 9,7% yoy pada Juli 2019, melambat 9,9% yoy pada Juni 2019, sedangkan DPK naik 7,9% yoy, naik dari 7,2% yoy pada Juni 2019.

Melambatnya pertumbuhan kredit dan meningkatnya pertumbuhan DPK bisa menjadi sinyal ketidakyakinan pelaku usaha terhadap perekonomian pada Q3-2019 ini. 

Sementara dari eksternal, PMI sektor manufaktur China pada bulan Agustus tercatat kontraksi di level 49,5, turun dari 49,7 pada Juli. 

Kontraksi Agustus ini terjadi dalam 4 bulan berturut-turut sebelumnya. Kontraksi ini imbas dari perang dagang dengan AS.

Penerapan tariff 25% per 15 Desember mendatang akan membuat kontraksi berlanjut, begitupun perlambatan ekonomi China.