Pengamat : Inflasi Tekan Konsumsi Rumah Tangga, Yang Berakibat Penurunan Laju Pertumbuhan Ekonomi

foto : istimewa

Pasardana.id - Laju konsumsi rumah tangga yang merupakan komponen utama pendorong pertumbuhan ekonomi nasional diyakini akan tertekan dengan adanya kebijakan menaikkan harga secara serentak oleh pemerintah.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, di Jakarta, Senin (06/2/2017).

Dijelaskan, pada Januari 2017 lalu, pemerintah telah menaikkan biaya pengurusan surat kendaraan bermotor, tarif tenaga listrik dan bahan bakar minyak non subsidi.

Inflasi dari komponen harga yang ditentukan pemerintah (administered prices) tersebut, menyumbang inflasi pada bulan Januari 2017 sebesar 0,97 persen. Angka ini merupakan tertinggi jika dibandingkan inflasi pada Januari selama tiga tahun terakhir.

Menurut Enny, jika laju konsumsi rumah tangga menurun, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi ikut terdampak.

Oleh sebab itu, Enny memprediksi laju pertumbuhan ekonomi triwulan I-2017 akan sedikit menurun dibandingkan triwulan IV-2016 yang mencapai 4,94 persen.

"Saya kira (pertumbuhan ekonomi) untuk triwulan I 2017 akan sedikit menurun," kata Enny.

Enny menambahkan, seharusnya kenaikan harga untuk administered prices tidak dilakukan serentak. Akhirnya, saat ini kenaikan harga merembet ke barang-barang lain.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penguatan konsumsi rumah tangga masih menjadi penyebab utama pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02 persen pada 2016.