Tingkatkan PDB, Potensi Fintech Semakin Menjanjikan

foto: istimewa

Pasardana.id - Perkembangan industri financial technology (fintech) menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp25,97 triliun. Angka ini muncul atas kajian Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) bersama dengan Asosiasi Fintech lndonesia (AFTECH).

Dengan catatan itu, Ekonom INDEF Bhima Yudhistira meyakini, potensi industri fintech ke depan sangat menjanjikan. Selain meningkatkan PDB, fintech juga dinilai mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga hingga Rp8,94 triliun.

"Kedua hal tersebut menunjukkan keberadaan fintech telah mampu meningkatkan perekonomian lndonesia secara makro," terang Bhima di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada kuartal II 2018, fintech mencatat penyaluran dana pinjaman sebesar Rp7,64 triliun, dengan jumlah peminjam 1,47 juta orang. Menurut Bhima, pencapaian tersebut meningkat drastis dari posisi 2016 yang tercatat baru mencapai Rp200 miliar.

Di sisi lain, Bhima juga menerangkan, fintech  dapat menyuntikan sokongan dana untuk UMKM, khususnya di sektor perdagangan, keuangan dan asuransi. "Ketiga sektor ini mempunyai peran langsung dalam pengembangan fintech,” imbuh Bhima.

Selain itu, kehadiran fintech juga mampu menyumbang penyerapan tenaga kerja sebesar 215.433 orang yang tidak hanya dari sektor-sektor tersier. "Namun sektor primer seperti pertanian juga mengalami penyerapan tenaga kerja yang cukup besar, yaitu 9 ribu orang," tambah dia.