Ekonom Indef Kritik Pemerintah Dalam Merespon Dinamika Virus Corona

Foto : istimewa

Pasardana.id - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengkritik kebijakan pemerintah yang berencana akan mengucurkan dana sebesar Rp72 miliar untuk influencer.

“Influencer dianggarkan Rp72 miliar, di saat yang bersamaan, belum clear berapa dana antisipasi virus corona dari Kemenkes. Publik akan lihat pemerintah seserius apa (menanggulangi wabah)," katanya pada Kamis (5/3/2020). 

Untuk diketahui, anggaran tersebut digunakan untuk mempromosikan wisata Indonesia yang lesu akibat wabah virus corona.

Karena itu, Bhima menilai, saat ini merupakan waktu krusial bagi pemerintah untuk unjuk gigi dalam menjaga stabilitas negara dengan langkah nyata. Misalnya, menyediakan masker gratis dari anggaran darurat tersebut.

"Respons pemerintah dengan adanya dinamika virus corona ini memang agak tidak jelas, ini yang akhirnya (mengakibatkan) sekarang kita terjebak pada dinamika panic buying," ujarnya. 

Disampaikan Bhima, anggaran tersebut akan lebih tepat jika digunakan untuk memangkas beban operasional para pekerja wisata sehingga pemberhentian hubungan kerja (PHK) karyawan di sektor pariwisata dapat dihindari.

"Kemudian ada kemudahan di pajak seperti tax holiday juga bisa membantu," ucapnya.

Dirinya pun membandingkan sikap pemerintah Singapura yang mengerahkan tentara untuk membuat masker untuk dibagikan kepada masyarakat secara gratis.

Menurutnya, langkah tersebut ampuh dalam meredam kepanikan masyarakat.

"Kenapa tidak berpikir seperti pemerintah Singapura? Bagaimana kemudian masker dibagikan secara gratis," tandasnya.