ANALIS MARKET (16/4/2018) : IHSG Diproyeksi Bergerak Mendatar Hari Ini Dibayangi Faktor Eksternal

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa global dibayangi isu geopolitik pasca serangan rudal ke Syria yang dipimpin Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Meski demikian, Bursa regional diperdagangkan mendatar pagi ini.

Sebelumnya, Dow Jones turun 0.5% pada level 24,360 akhir pekan lalu (13/4), dipicu koreksi saham sektor bank seiring keluarnya kinerja keuangan 1Q 2018.

Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup negatif hari Jumat (13/4) untuk menguji level support kendati Indonesia mendapat kenaikan peringkat utang dari Moody’s.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak mendatar hari ini dibayangi faktor eksternal,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Senin (16/4/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom Sekuritas juga menyebut beberapa factor dan aksi korporasi yang dilakukan para emiten yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;

Moody's menaikkan peringkat Indonesia 
Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investors Service menaikkan peringkat utang Indonesia satu level ke Baa2 dari sebelumnya Baa3 pada 13 April 2018. Prospek atau outlook terhadap peringkat tersebut dikembalikan menjadi stabil dari sebelumnya positif.

Kenaikan tersebut dikarenakan kerangka kebijakan pemerintah yang dinilai mengalami kenaikan kredibilitas dan efektivitas yang kondusif terhadap stabilitas makroekonomi. 

ADHI - Kontrak baru 
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kontrak baru 1Q 2018 turun 10.81% senilai Rp 3.3 Triliun dibandingkan kontrak baru senilai Rp 3.7 Triliun pada 1Q 2017. Saat ini ADHI sedang mengikuti tender di beberapa pekerjaan sebesar Rp 1.3 Triliun. ADHI juga bekerja sama dengan beberapa perusahaan swasta PT Acset Indonusa (ACST) untuk mengikuti tender di proyek jalan tol.

Tahun ini ADHI menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp 26 Triliun. Sepanjang tahun 2017, kontrak baru ADHI di luar proyek LRT sekitar Rp 19.3 Triliun atau naik 17%Yoy. ADHI mengharapkan pembayaran kedua proyek LRT senilai Rp 1.5 Triliun dalam jangka waktu sebulan kedepan